Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Satu Atap, Satu Napas: Memutus Mata Rantai TB melalui Keluarga

Tri Wahyu Cahyono
Penulis: Tri Wahyu Cahyono❯
Hanifiya Samha Wardhani. (DOK.PRIBADI)
Hanifiya Samha Wardhani. (DOK.PRIBADI)

Advertisement

Oleh: Hanifiya Samha Wardhani*)

RADARSOLO.COM - Pagi itu, seorang perempuan paro baya datang ke Puskesmas dengan raut wajah penuh kekhawatiran.

Ia bukan datang karena dirinya mengalami demam atau batuk berkepanjangan.

Advertisement

Ia datang karena suaminya, yang telah dinyatakan menderita tuberkulosis (TB), mulai kehilangan motivasi untuk melanjutkan pengobatan.

"Sekarang suami saya mulai jarang minum obat. Katanya sudah merasa sehat. Tetapi dia juga takut jika orang lain mengetahui penyakitnya," ungkapnya kepada dokter.

Advertisement

Cerita tersebut merupakan gambaran nyata dari tantangan pengendalian TB di masyarakat.

Penyakit ini tidak hanya menyerang organ tubuh, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis, hubungan sosial, dan kehidupan keluarga pasien.

Selama ini, TB sering dipahami hanya sebagai persoalan medis.

Ketika seseorang didiagnosis TB, perhatian biasanya terfokus pada pemeriksaan, pemberian obat, dan pemantauan klinis.

Padahal, perjalanan pasien menuju kesembuhan berlangsung jauh lebih kompleks.

Advertisement

Artikel Terkait

TBC Masih Mengancam di Solo, Bhabinkamtibmas Jadi Ujung Tombak Tracing Warga

TBC Masih Mengancam di Solo, Bhabinkamtibmas Jadi Ujung Tombak Tracing Warga

Polresta Solo gandeng dinkes untuk pelacakan pasien dan kontak erat yang diperluas hingga tingkat kelurahan agar segera tertangani.

Polres Sragen Terjunkan 208 Personel Bhabinkamtibmas Tracing TBC

Polres Sragen Terjunkan 208 Personel Bhabinkamtibmas Tracing TBC

Tracing Tuberkulosis (TBC), ratusan personel Polres Sragen dilibatkan. Mereka yang terbiasa mendamping desa-desa akan dimaksimalkan.

Kasus TBC Di Sukoharjo Tembus 431 Dalam Enam Bulan, Dinkes Ingatkan Gejala Awal

Kasus TBC Di Sukoharjo Tembus 431 Dalam Enam Bulan, Dinkes Ingatkan Gejala Awal

Kepala Dinkes Sukoharjo Tri Tuti Rahayu menjelaskan, selama enam bulan pertama di 2026 mencatat 431 kasus TBC. Mayoritas TBC paru yang mudah menular melalui percikan dahak saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer