Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Proyek Strategis Nasional dan Kelas Baru Kaum Tergusur

Ferry Ardi Susanto
Penulis: Ferry Ardi Susanto❯
Marita Fatimah, Program Doktor Ilmu Hukum UMS
Marita Fatimah, Program Doktor Ilmu Hukum UMS

Advertisement

Oleh: Marita Fatimah, Program Doktor Ilmu Hukum UMS

SOSIOLOG Ralf Dahrendorf pernah mengingatkan, konflik akan selalu terjadi di tengah masyarakat karena ada pembagian otoritas.

Ada kelompok yang memegang kekuasaan dan sumber daya, di sisi lain ada kelompok yang tidak.

Advertisement

Dalam konteks Proyek Strategis Nasional (PSN), di satu sisi ada negara, investor, dan elit lokal yang memegang otoritas, modal, dan akses informasi.

Di sisi lain ada petani, nelayan, dan warga yang lahannya tergusur proyek. Mereka tidak punya posisi tawar.

Advertisement

Akibatnya lahir dua "kelas" baru. Pertama, kelas penerima manfaat PSN. Kedua, kelas kaum yang dikorbankan demi PSN.

Hukum yang seharusnya menengahi, justru menjadi alat legitimasi bagi kelompok berkuasa. Inilah konflik struktural ala Dahrendorf.

Lebih dalam lagi, Johan Galtung menyebut ini sebagai "kekerasan struktural". Kekerasan tidak selalu berupa penggusuran paksa dan bentrokan.

Kekerasan bisa terjadi ketika sebuah kebijakan membuat orang kehilangan mata pencaharian, kehilangan akses air, atau jatuh miskin secara sistemik.

Kondisi tersebut yang terjadi dalam PSN. Ganti rugi yang kurang atau tidak layak, janji lapangan kerja tidak ditepati, hingga hilangnya ruang hidup membuat masyarakat masuk ke dalam lingkaran kemiskinan baru.

Advertisement
Editor : Ferry Ardi Susanto
Sumber : Radar Solo

Artikel Terkait

Nama Gus Miftah Muncul di Sidang Korupsi DJKA, Disebut Kecipratan Duit Proyek Rp100 Juta

Nama Gus Miftah Muncul di Sidang Korupsi DJKA, Disebut Kecipratan Duit Proyek Rp100 Juta

Gus Miftah diduga menerima uang Rp100 juta yang disebut berasal dari dana proyek korupsi jalur kereta. Jaksa mengungkit sosok penjual es teh saat sidang perkara tersebut.

Proyek Jalan Pandanaran Boyolali Rp7,5 Miliar Resmi Ditunda, Anggaran Dialihkan ke Ruas Prioritas

Proyek Jalan Pandanaran Boyolali Rp7,5 Miliar Resmi Ditunda, Anggaran Dialihkan ke Ruas Prioritas

Proyek peningkatan Jalan Pandanaran Boyolali senilai Rp7,5 miliar resmi ditunda pada 2026. Anggaran dialihkan untuk perbaikan ruas jalan prioritas di Sawit dan Cepogo yang dinilai lebih mendesak.

Dua Proyek Besar di Boyolali Mulai Dilelang, Pasar Karanggede dan Puskesmas Juwangi Jadi Prioritas

Dua Proyek Besar di Boyolali Mulai Dilelang, Pasar Karanggede dan Puskesmas Juwangi Jadi Prioritas

Pemkab Boyolali mulai melelang dua proyek infrastruktur 2026, yakni pembangunan Pasar Karanggede dan Puskesmas Juwangi. Penyesuaian harga material akibat gejolak global membuat proses tender sempat tertunda.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer