Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Merebut Kembali Intimasi Belajar di Ruang Kelas

fery ardi susanto
Penulis: fery ardi susanto❯
Dosen Program Studi Teknik Elektro UMS Dedi Ary Prasetya. (Dok. Pribadi)
Dosen Program Studi Teknik Elektro UMS Dedi Ary Prasetya. (Dok. Pribadi)

Advertisement

Oleh: Dedi Ary Prasetya, Dosen Program Studi Teknik Elektro UMS

PROSES belajar pada hakikatnya menyerupai aliran air alami yang meliuk menyusuri bebatuan, membasahi tanah di sekitarnya, menumbuhkan ekosistem baru, dan membawa bermacam mineral dari fase kebingungan, sebelum akhirnya menemukan muara pemahaman yang sejati.

Sayangnya, di era modern yang mengagungkan efisiensi, aliran seperti ini dipaksa masuk ke saluran beton yang serba terukur dan cepat, sehingga air memang sampai di tujuan dengan lebih kilat, namun meninggalkan lingkungan di sekitarnya kering dan gersang.

Advertisement

Fenomena ini menandai memudarnya keintiman belajar, yaitu sebuah keterikatan emosional dan intelektual yang mendalam antara pembelajar, ilmu yang sedang digali, serta proses penemuannya itu sendiri, yang kini perlahan tergantikan oleh hubungan mekanis dan serba transaksional.

Keintiman yang kian tergerus ini membuat aktivitas menyerap pengetahuan tak lagi mampu mengubah cara manusia memandang dunia, melainkan sekadar proses mengunduh informasi ke dalam memori jangka pendek demi memburu angka dan selembar ijazah.

Advertisement

Ketika proses bergumul di dalam labirin pemikiran dianggap ketidakefisienan yang sia-sia, manusia kehilangan keberanian untuk diam dan merenung.

Padahal di dalam jeda ketenangan itulah kebijaksanaan sejati dibentuk. 

Keadaan ini diperparah dorongan ketergesa-gesaan yang menginvasi jiwa manusia modern, di mana semua hal harus diselesaikan secara instan tanpa memberi kesempatan bagi ilmu untuk mengendap dan memperhalus perasaan pembelajar.

Mitos Kecepatan AI

Pengalaman nyata di ruang kelas sering menjadi saksi betapa dalamnya jurang pemisah antara transfer ilmu pengetahuan dan keintiman belajar.

Advertisement
Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo

Artikel Terkait

759 Calon Mahasiswa UMS Mundur, Lanjut PTN Dan Sekolah Kedinasan

759 Calon Mahasiswa UMS Mundur, Lanjut PTN Dan Sekolah Kedinasan

Direktur Direktorat Akademik dan Admisi (DAA) UMS Triyono mengatakan, pengunduran diri tersebut salah satunya dipengaruhi calon mahasiswa yang memilih melanjutkan ke perguruan tinggi negeri dan sekolah kedinasan.

Mahasiswa UMS Kembangkan Aplikasi Proteksi Pekerja Migran Dari Penipuan, Raih Perak Di Jepang

Mahasiswa UMS Kembangkan Aplikasi Proteksi Pekerja Migran Dari Penipuan, Raih Perak Di Jepang

Mahasiswa UMS kembangkan aplikasi SafeTKI, platform berbasis blockchain yang dirancang untuk keamanan data Pekerja Migran Indonesia (PMI).

UMS Launching 58mart Di Pabelan Sukoharjo, Gerakkan Dakwah Ekonomi

UMS Launching 58mart Di Pabelan Sukoharjo, Gerakkan Dakwah Ekonomi

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) launching minimarket 58mart di Jalan Duwet Raya No. 3, Pabelan, Sukoharjo, pada Senin (17/8).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer