
Oleh: Aris Rakhmadi, S.T., M.Eng., Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
SETIAP tahun jutaan umat Islam Indonesia menanti kesempatan untuk menunaikan ibadah haji.
Bagi sebagian besar jamaah, perjalanan menuju Tanah Suci bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi puncak dari penantian panjang, persiapan finansial, kesiapan fisik, dan harapan spiritual.
Karena itu, penyelenggaraan haji harus menghadirkan pelayanan terbaik agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tenang.
Namun, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya ditentukan oleh keberadaan fasilitas, transportasi, akomodasi, atau sistem pelayanan.
Ada faktor manusia yang memiliki peran sangat besar, yaitu para petugas haji.
Mereka adalah orang-orang yang berada paling dekat dengan jamaah ketika menghadapi berbagai situasi. Mulai dari kebutuhan administrasi, pendampingan ibadah, persoalan kesehatan, hingga kondisi darurat.
Menjadi petugas haji bukan sekadar memperoleh sebuah penugasan.
Di dalamnya terdapat amanah besar karena mereka melayani tamu Allah SWT. Seorang petugas haji membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis.
Ia membutuhkan kesabaran, empati, komunikasi yang baik, dan integritas dalam menjalankan tanggung jawab.




