Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengetuk Langit, Merawat Bumi: Ikhtiar Menghadapi Kemarau Panjang dan Anomali Iklim

Ferry Ardi Susanto
Penulis: Ferry Ardi Susanto❯
Psikolog dan Dosen Fakultas Psikologi UMS Drs. Soleh Amini, M.Si. (Dok. Pribadi)
Psikolog dan Dosen Fakultas Psikologi UMS Drs. Soleh Amini, M.Si. (Dok. Pribadi)

Advertisement

Oleh: Drs. Soleh Amini, M.Si., Psikolog dan Dosen Fakultas Psikologi UMS

ADA masa ketika langit seolah kehilangan kemurahannya. Awan datang tanpa hujan.

Matahari menyengat, tanah retak, sungai menyusut, sumur mendangkal, tanaman menguning, dan para petani memandang langit dengan harapan yang semakin panjang.

Advertisement

Manusia pun bertanya: kapan hujan akan datang?

Kemarau merupakan bagian dari siklus musim di Indonesia.

Advertisement

Namun, ketika berlangsung jauh lebih panjang, suhu meningkat ekstrem, dan curah hujan jauh di bawah normal, kita berhadapan dengan anomali iklim dan risiko kekeringan ekstrem.

Perubahan tersebut dipengaruhi faktor alamiah maupun aktivitas manusia.

El Niño dapat mengurangi curah hujan di sebagian wilayah Indonesia, sementara perubahan iklim global memperbesar peluang suhu ekstrem dan perubahan pola musim. 

Deforestasi, perubahan tata guna lahan, berkurangnya daerah resapan, kerusakan ekosistem, dan penggunaan sumber daya alam yang tidak terkendali turut meningkatkan kerentanan masyarakat.

Sebab itu, kemarau panjang bukan sekadar persoalan cuaca. Ia dapat berkembang menjadi persoalan sosial, ekonomi, kesehatan, pangan, bahkan kemanusiaan.

Advertisement
Editor : Ferry Ardi Susanto
Sumber : Radar Solo

Artikel Terkait

UMS Tegaskan Kampus Aman Dari Tindak Kekerasan

UMS Tegaskan Kampus Aman Dari Tindak Kekerasan

Ketua Panitia Masta UMS 2026 Nur Aklis mengatakan, pakta integritas menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga keamanan mahasiswa dari tindak kekerasan. khususnya selama pelaksanaan Masta.

Mahasiswa UMS Kembangkan Smart Plant Monitoring, Menyiram Tanaman Cukup Dipantau Polsel

Mahasiswa UMS Kembangkan Smart Plant Monitoring, Menyiram Tanaman Cukup Dipantau Polsel

Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembangkan inovasi Smart Plant Monitoring, berupa alat penyiraman tanaman otomatis.

8.200 Maba UMS Ikuti MASTA PMB 2026, 58 Di Antaranya Mahasiswa Asing

8.200 Maba UMS Ikuti MASTA PMB 2026, 58 Di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Masa Ta'aruf (Masta) PMB UMS 2026 di Edutorium K.H Ahmad Dahlan, Kamis (3/9).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer