Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Pendidikan Holistik dan Ancaman Artificial Intelligence

Damianus Bram • Rabu, 11 Oktober 2023 - 17:54 WIB
Dr. Minsih, M.Pd. selaku Dosen Prodi PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta
Dr. Minsih, M.Pd. selaku Dosen Prodi PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta

Oleh Dr. Minsih, M.Pd. selaku Dosen Prodi PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta

KEHADIRAN kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) memunculkan dilema. Di satu sisi, AI yang telah menjadi bagian tidak perpisahkan dari kehidupan manusia modern, memberikan manfaat luar biasa bagi kualitas kehidupan manusia. AI menghadirkan kemudahan dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Membantu manusia menjadi lebih produktif, inovatif, dan efisisen.

Namun di sisi lain, AI dapat menimbulkan ancaman besar bagi peradaban umat manusia. Geoffrey Hinton yang dikenal sebagai ”Bapak AI”, justru saat ini berbalik arah mengkampanyekan bahaya AI. Bahkan baru-baru ini, kongres Amerika Serikat mengadakan pertemuan tertutup bersama Bill Gates, Elon Musk, Mark Zuckerberg, dan beberapa ahli teknologi terkait pesatnya kemajuan AI beserta potensi dampak buruk yang menyertainya.

Kekhawatiran manusia tidak akan mampu mengendalikan kekuatan besar yang dihasilkan oleh Artificial Intelligence. Ini bukanlah sebuah ketakutan yang berlebihan. Karena AI berpotensi lebih berbahaya dibanding dengan perubahan iklim yang dampaknya mulai terasa. Dalam genggaman aktor-aktor jahat, AI dapat menjadi mesin pembunuh yang sangat efektif dan tidak mempunyai perasaan.

Perkembangan AI yang begitu pesat, pada akhirnya akan mengubah wajah baru dunia. Di mana apabila tidak diantisipasi secara baik, akan membawa kepada perubahan tatanan kehidupan yang tidak diharapkan. Semuanya sangat bergantung pada manusia itu sendiri, sebagai pencipta dan pengguna teknologi.

Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia, harus mampu mengambil manfaat dan mengantisipasi dampak dari kemajuan teknologi secara arif dan bijaksana. Bangsa Indonesia tidak mempunyai pilihan lain, selain menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan dan perubahan di era kecerdasan buatan yang kian waktu mendekati sempurna.

Menyiapkan manusia holistik yang secara eksplisit tertuang dalam Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) adalah sebuah keniscayaan. Pendidikan holistik yang merupakan amanat undang-undang dalam membentuk manusia utuh (whole person), selama ini seringkali terabaikan. Maka dalam implementasinya harus semakin diperkuat.

Melalui pendidikan holistik yang diterapkan sejak periode usia dini, akan membentuk manusia utuh yang berwawasan holistik. Manusia yang selalu menyadari, bahwa dirinya adalah bagian dari sebuah sistem kehidupan luas yang harus terus dijaga secara arif dan bertanggung jawab.

Pendidikan holistik menekankan pada keseimbangan potensi utuh manusia, terkait relasi dengan diri sendiri, sosial, lingkungan, dan Tuhannya. Tidak hanya melahirkan manusia yang memiliki kecerdasan unggul saja, melainkan juga manusia yang mempunyai moral, empati, dan adab.

Diharapkan di tangan manusia holistik, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sepenuhnya berada pada rel kemanusiaan. Senantiasa berorientasi pada kemajuan, kebaikan, dan kemaslahatan umat manusia. (*) 

Editor : Damianus Bram
#artificial intelligence #pendidikan holistik #ums bicara #universitas muhammadiyah surakarta