Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PLTN Solusi Listrik Skala Besar

Damianus Bram
Penulis: Damianus Bram❯
SUMBANG IDE: Seminar nasional bertema nuklir di UNS, kemarin. (ISTIMEWA)
SUMBANG IDE: Seminar nasional bertema nuklir di UNS, kemarin. (ISTIMEWA)
SOLO – Mengejar kebutuhan energi ramah lingkungan, Indonesia perlu mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Data kebutuhan listrik di Indonesia masih 1.200 KWh per kapita. Sangat jauh dibandingkan Malaysia yang mencapai 4 ribu KWh per kapita.

"Harus ada upaya akselerasi energi ramah lingkungan yang meningkatkan kesejahteraan ramah lingkungan," ungkap Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Universitas Sebelas Maret (UNS) Sajidan dalam seminar nasional bertema nuklir sebagai solusi energi ramah lingkungan yang bekelanjutan untuk mengejar Indonesia sejahtera dan rendah karbon 2050, kemarin.

Saat ini, pemerintah terus menggodok pengembangan PLTN. Sajidan menyebut UNS ditunjuk menyusun kajian akademik terkait rencana pembangunan PLTN di Bangka Belitung.

Naskah akademik tersebut mengenai nuklir sebagai solusi energi ramah lingkungan. Berisi kajian penerimaan masyarakat serta seberapa perlu sosialisasi pada masyarakat.

"Kajian akademik maupun kajian terkait penerimaan masyarakat di Bangka Belitung dilakukan atas kerja sama PT ThorCon Power Indonesia dan Universitas Bangka Belitung. Rencana PLTN ini perlu adanya sosialisasi edukasi, sehingga pengelolaan pembangunan bisa dikelola secara baik," ujarnya.

Chief Operating Officer (COO) PT ThorCon Power Indonesia Bob S Effendi menambahkan, PLTN merupakan solusi pemasokan tenaga listrik dalam skala besar yang perannya tidak bisa dihindari. Terobosan penggunaan energi yang murah dan ramah lingkungan sangat diperlukan Indonesia.

Pembangkit panas bumi dan air atau hidrotermal dinilai ramah lingkungan. Namun memiliki kelemahan, biayanya mahal.

"Sementara energi surya dan angin tersedia melimpah. Tapi tergantung pada musim dan di lokasi tertentu. Kondisi ini membuat Indonesia perlu untuk mengembangkan PLTN," pungkasnya. (aya/wa/dam)

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Program Beasiswa Pemuda Berprestasi di Sukoharjo Dibanjiri 1.342 Pendaftar, UNS Terbanyak

Program Beasiswa Pemuda Berprestasi di Sukoharjo Dibanjiri 1.342 Pendaftar, UNS Terbanyak

(Plt) Kepala Disporapar Sukoharjo Suyatman menjelaskan, pendaftaran program Beasiswa Pemuda Berprestasi mencapai 1.342 mahasiswa. Pendaftaran dan seleksi dibuka 15 Oktober hingga 5 November 2026.

UNS Kembangkan Dashboard Peringatan Dini Bencana Berbasis IoT untuk Desa Lampahan Timur

UNS Kembangkan Dashboard Peringatan Dini Bencana Berbasis IoT untuk Desa Lampahan Timur

Tim UNS berfokus pada pengembangan dashboard Monitoring and Early Warning System yang berfungsi mengintegrasikan data dari berbagai sensor IoT di lapangan.

Kenali Batik Balontang Kasmaran Hasil Riset Dua Kampus, Angkat Sejarah Babad Giyanti Sragen

Kenali Batik Balontang Kasmaran Hasil Riset Dua Kampus, Angkat Sejarah Babad Giyanti Sragen

Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen Johny Adhi Aryawan menjelaskan, Babad Giyanti merupakan salah satu referensi penting dalam pembuatan motif batik Balontang Kasmaran.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer