Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

FEB UMS Jadi Host Forum Perguruan Tinggi Jateng, Ini Arahan Dari Kemendiktisaintek

Alfida Nurcholisah
Penulis: Alfida Nurcholisah❯
Dirjen Risbang Kemendiktisaintek Fauzan Adziman hadiri Forum Komunikasi Pimpinan Badan Penyelenggara dan Perguruan Tinggi Jateng 2026 di UMS, Rabu (11/2).
Dirjen Risbang Kemendiktisaintek Fauzan Adziman hadiri Forum Komunikasi Pimpinan Badan Penyelenggara dan Perguruan Tinggi Jateng 2026 di UMS, Rabu (11/2).

RADARSOLO.COM - Akselerasi perguruan tinggi agar lebih adaptif, inovatif, berdampak, dan berkelanjutan menjadi sorotan utama dalam Forum Komunikasi Pimpinan Badan Penyelenggara dan Perguruan Tinggi Jateng 2026.


Advertisement

Forum ini diselenggarakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS), Rabu (11/2).

Hadir dalam forum, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemendiktisaintek Fauzan Adziman.

Fauzan menegaskan, penguatan ekosistem inovasi hingga kolaborasi dengan pemerintah daerah terus didorong. Termasuk peningkatan angka lulusan SMA di Jateng, yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Advertisement

"Hari ini kami juga berdiskusi ada kerjasama dengan pemerintah provinsi Jawa Tengah. Salah satunya adalah bagaimana lulusan SMA dari Jateng bisa lebih banyak lagi ke perguruan tinggi," ungkapnya

Fauzan menambahkan, 62 persen bantuan dana riset sepanjang 2025 tersalurkan ke perguruan tinggi swasta (PTS), 16 persen ke perguruan tinggi negeri (PTN) dan 21 persen ke perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH).

Ke depan, Kemendiktisaintek juga akan mengelompokkan PTS menjadi tiga kategori yaitu mandiri, baik, dan kritis.

Advertisement

"Bagi PTS yang mandiri, kami akan bangun program world class university. Jadi akan ada hibah yang diberikan supaya PTS bisa bersaing di world class. Kemudian PTS yang baik akan kami revitalisasi, sedangkan yang kritis diakselerasi mendesak," paparnya.

Kerja sama dengan berbagai kampus ini juga mengedepankan pengelolaan sampah. Sehingga permasalahan sampah langsung terselesaikan oleh kampus.

"Kami bangun zero waste campus. Jadi, bagaimana sampah di kampus bisa selesai di kampus," imbuhnya.

Fauzan juga menekankan program pendanaan riset yang difokuskan sesuai kebutuhan masyarakat. Ini terbagi menjadi beberapa bidang, seperti pertanian, pangan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan.

Sementara itu, Rektor UMS Harun Joko Prayitno menyebut alokasi dana riset mencapai 14 persen.

"Riset strategisnya ada di bidang pangan, kesehatan, pengetasan kemiskinan, pendidikan, dan ekonomi hijau," jelasnya.

Harun menambahkan, UMS sudah berkoordinasi dengan dirjen vokasi untuk memberi kesempatan belajar bagi lulusan SMA/SMK ke luar negeri.

"Kami juga kerja sama dengan Taiwan, Hongkong, Arab Saudi, dan Korea selatan. Ini semacam sekolah vokasi yang akan mengirim mahasiswa selama satu tahun ke negara-negara tersebut. Tentunya akan dibekali pengetahuan budaya dasar negara tujuan," bebernya. (alf/fer)

Advertisement

Artikel Terkait

68 Tahun UMS, Tumbuh dengan 113,3 Persen Ketercapaian Indikator Renstra

68 Tahun UMS, Tumbuh dengan 113,3 Persen Ketercapaian Indikator Renstra

Saat ini, lebih dari 31 ribu mahasiswa aktif UMS berasal dari 436 kabupaten/kota. Sebanyak 25,8 persen di antaranya berasal dari luar Jawa Tengah dan 10,4 persen berasal dari luar Jawa.

Buta Warna, Teknologi, dan Pilihan Masa Depan Anak

Buta Warna, Teknologi, dan Pilihan Masa Depan Anak

Aris Rakhmadi, S.T., M.Eng., Dosen Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyuarakan pemanfaatan teknologi bagi anak dengan buta warna.

Citroguard 3in1, Aromaterapi Dari Kulit Jeruk: Ruangan Harum, Nyamuk Minggat

Citroguard 3in1, Aromaterapi Dari Kulit Jeruk: Ruangan Harum, Nyamuk Minggat

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembangkan inovasi aromaterapi dari kulit jeruk, yakni Citroguard 3in1.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer