Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pelopor Program S2 Magister Fisioterapi Pertama Di Indonesia Ternyata Dari Solo

Alfida Nurcholisah
Penulis: Alfida Nurcholisah❯

 


Advertisement

Ilustrasi mahasiswa Program Studi (Prodi) Magister Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) jalani praktik. (DOK. HUMAS UMS)
Ilustrasi mahasiswa Program Studi (Prodi) Magister Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) jalani praktik. (DOK. HUMAS UMS)

RADARSOLO.COM - Program Studi (Prodi) Magister Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menorehkan capaian membanggakan.

Prodi ini meraih akreditasi unggul LAM-PTKes No. SK:0176/LAM-PTKes/Akr/Mag/III/2026, meskipun baru berdiri 2024. Status ini sekaligus menegaskan posisi UMS sebagai pelopor penyelenggara program Magister Fisioterapi pertama di Indonesia.

Advertisement

Kaprodi Magister Fisioterapi UMS Dwi Rosella Komalasari menjelaskan, program ini resmi berdiri berdasarkan SK Dikti Nomor 0264/EI/HK.03.00/2024.

Pada tahun pertama pembukaan, program ini langsung menarik minat mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Advertisement

“Alhamdulillah, pada angkatan pertama kami menerima 11 mahasiswa, tidak hanya dari UMS tetapi juga dari berbagai universitas lain, baik dari pulau Jawa maupun luar Jawa,” ungkapnya dalam rilis resmi UMS.

Meski tergolong prodi baru, Magister Fisioterapi UMS langsung mengajukan akreditasi dalam waktu dua tahun dan berhasil memperoleh predikat Unggul.

Capaian ini tidak lepas dari keunggulan kurikulum yang mengintegrasikan pendekatan basic science, biomolekuler, dan ilmu gerak pada sistem tubuh manusia, khususnya muskuloskeletal dan neuromuskular.

Dwi Rosella menjelaskan, visi prodi ini adalah menjadi pusat keunggulan dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi fisioterapi yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Implementasi visi tersebut diwujudkan melalui kurikulum, penelitian, serta pengabdian masyarakat yang berbasis sains biomolekuler.

“Mahasiswa tidak hanya belajar fisioterapi sebagai ilmu dasar, tetapi juga mengkaji aspek biomolekuler. Ini yang membedakan kami dengan institusi lain,” jelasnya.

Advertisement

Artikel Terkait

68 Tahun UMS, Tumbuh dengan 113,3 Persen Ketercapaian Indikator Renstra

68 Tahun UMS, Tumbuh dengan 113,3 Persen Ketercapaian Indikator Renstra

Saat ini, lebih dari 31 ribu mahasiswa aktif UMS berasal dari 436 kabupaten/kota. Sebanyak 25,8 persen di antaranya berasal dari luar Jawa Tengah dan 10,4 persen berasal dari luar Jawa.

Buta Warna, Teknologi, dan Pilihan Masa Depan Anak

Buta Warna, Teknologi, dan Pilihan Masa Depan Anak

Aris Rakhmadi, S.T., M.Eng., Dosen Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyuarakan pemanfaatan teknologi bagi anak dengan buta warna.

Citroguard 3in1, Aromaterapi Dari Kulit Jeruk: Ruangan Harum, Nyamuk Minggat

Citroguard 3in1, Aromaterapi Dari Kulit Jeruk: Ruangan Harum, Nyamuk Minggat

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembangkan inovasi aromaterapi dari kulit jeruk, yakni Citroguard 3in1.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer