Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Begini Cerita Kertas Pertama yang Digunakan untuk Transaksi

Kabun Triyatno
Penulis: Kabun Triyatno❯
Koin logam bertransformasi dari bukti titipan jiaozi hingga menjadi alat tukar, sistem ini bertumpu pada kepercayaan sosial.
Koin logam bertransformasi dari bukti titipan jiaozi hingga menjadi alat tukar, sistem ini bertumpu pada kepercayaan sosial.

Advertisement

RADARSOLO.COM – Sekarang, membawa beberapa lembar uang kertas di dompet terasa biasa saja. Bahkan, banyak orang mungkin tidak pernah memikirkan mengapa selembar kertas bisa memiliki nilai dan digunakan untuk membeli makanan, membayar transportasi, hingga berbelanja.

Namun, uang kertas ternyata tidak langsung diciptakan sebagai uang.

Jauh sebelum kartu debit dan pembayaran digital digunakan, masyarakat Tiongkok justru menghadapi persoalan sederhana: koin logam terlalu berat untuk dibawa.

Pada masa ketika perdagangan semakin berkembang, transaksi dalam jumlah besar berarti membawa lebih banyak koin. Kondisi tersebut tentu merepotkan, terutama bagi pedagang yang harus melakukan perjalanan jauh. Dari persoalan inilah muncul gagasan menggunakan selembar kertas sebagai bukti kepemilikan uang.

Cikal bakalnya dapat ditelusuri hingga masa Dinasti Tang. Saat itu, pedagang mulai menggunakan dokumen atau surat sebagai bukti bahwa mereka telah menitipkan sejumlah uang kepada pihak tertentu. Dengan membawa dokumen tersebut, mereka tidak perlu terus-menerus membawa seluruh koin dalam perjalanan.

Advertisement

Jadi, pada awalnya kertas tersebut bukan uang dalam pengertian modern, melainkan semacam bukti titipan.

Perkembangan penting kemudian terjadi pada masa Dinasti Song, sekitar abad ke-10 hingga ke-11. Aktivitas perdagangan yang semakin ramai membuat penggunaan surat atau bukti pembayaran semacam itu semakin berkembang.

Salah satu bentuk yang kemudian terkenal adalah jiaozi.

Jiaozi pada awalnya berkaitan dengan surat atau sertifikat yang dapat digunakan dalam transaksi. Pemerintah kemudian melihat manfaat sistem tersebut dan mulai mengatur penerbitan uang kertas secara lebih resmi.

Di sinilah sesuatu yang awalnya hanya berupa bukti titipan perlahan berubah menjadi alat pembayaran.

Advertisement

Artikel Terkait

Kenapa Bunga Identik dengan Cinta? Ternyata Ada Sejarah Panjang di Baliknya

Kenapa Bunga Identik dengan Cinta? Ternyata Ada Sejarah Panjang di Baliknya

Bunga, terutama mawar merah, identik dengan cinta sejak mitologi Yunani-Romawi mengaitkannya dengan Aphrodite. Tradisi bahasa bunga pada era Victoria kemudian memperkuat makna romantisnya.

Beda Zaman, Beda Sebutan, Istilah Mana yang Masih Kamu Kenal?

Beda Zaman, Beda Sebutan, Istilah Mana yang Masih Kamu Kenal?

Seiring perkembangan zaman dan media sosial, berbagai istilah lama seperti barang bekas dan gebetan kini bergeser menjadi preloved hingga crush, mencerminkan perubahan cara berkomunikasi dan tren budaya populer.

Kalau Punya Teman Orang Asing yang Belajar Bahasa Indonesia, Pastikan Mereka Tahu Bedanya "Bukan" dan "Tidak"

Kalau Punya Teman Orang Asing yang Belajar Bahasa Indonesia, Pastikan Mereka Tahu Bedanya "Bukan" dan "Tidak"

Banyak pembelajar BIPA keliru memakai kata bukan dan tidak. Bukan digunakan untuk menyangkal kata benda, sedangkan tidak untuk kata kerja atau sifat. Penggunaan yang tepat bikin kalimat terasa alami.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer