Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Terapkan Metode Pembelajaran Tefa, SMKN 5 Sukoharjo Hasilkan Lulusan yang Banyak Diburu Industri

Tri wahyu Cahyono • Sabtu, 9 Desember 2023 | 06:52 WIB
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek periode 2020 – 2022 Wikan Sakarinto isi workshop di SMKN 5 Sukoharjo, Jumat (8/12/2023).
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek periode 2020 – 2022 Wikan Sakarinto isi workshop di SMKN 5 Sukoharjo, Jumat (8/12/2023).

RADARSUKOHARJO.COM- SMKN 5 Sukoharjo telah berkembang menjadi SMK Pusat Keunggulan (PK).

Menerapkan metode pembelajaran teaching factory (Tefa), menciptakan kompetensi lulusan SMKN 5 Sukoharjo yang selaras dengan kebutuhan industri.

Tidak hanya itu, guna meningkatkan kompetensi para guru, SMKN 5 Sukoharjo menggelar workshop peningkatan kapabilitas guru tenaga kependidikan, Jumat (8/12/2023).

Hadir sebagai narasumber Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi periode 2020 – 2022 Wikan Sakarinto.

Wikan Sakarinto menyampaikan materi tentang strategi dan manfaat model pembelajaran Tefa.

"Membangun Tefa itu perlu kolaborasi seluruh guru, baik kejuruan maupun bidang umum,” ucapnya.

Para guru SMKN 5 Sukoharjo di sela kegiatan workshop, Jumat (8/12/2023).
Para guru SMKN 5 Sukoharjo di sela kegiatan workshop, Jumat (8/12/2023).

Menurut Wikan Sakarinto, pendidikan vokasi di Indonesia cenderung hanya fokus pada hardskill.

Padahal, aspek soft skill hingga attitude, turut memengaruhi kompetensi para lulusan.

Untuk itu, melalui TeFa, para lulusan ditarget bisa meningkatkan ketiga aspek tersebut.

Sekadar informasi, Tefa merupakan konsep pembelajaran yang berorientasi pada produksi dan bisnis guna menjawab tantangan perkembangan industri.

Praktiknya, siswa akan merasakan atmosfer kerja layaknya di dunia industri.

Pengembangan kurikulum juga perlu dilakukan seiring tingkatan model belajar Tefa.

Untuk itu, kata Wikan, metode pembelajaran Tefa bisa diterapkan secara perlahan dan bertahap. Menyesuaikan kesiapan dan adaptasi dari para guru hingga siswa.

"Strategi pertama adalah diskusi menyamakan persepsi tentang Kurikulu Merdeka dan Tefa. Mari jadikan lulusan SMK semakin produktif dan kompeten. Menyongsong cita-cita Indonesia emas 2045," jelas dia.

Kepala SMKN 5 Sukoharjo Ari Kurniawati menuturkan, TeFa mulai diterapkan seiring SMKN 5 Sukoharjo ditetapkan menjadi SMK
PK.

Terkait workshop tersebut, Ari Kurniawan berharap dapat membangun mindset tenaga pendidik agar level pembelajaran TeFa terus meningkat.

“Kami sudah memiliki alat-alat baru sejak menjadi SMK PK. Seperti pengecekan spooring balancing di Jurusan Ototronik (Otomotif Elektronik)," ungkapnya.

"Harapannya, kami lebih maksimal menerapkan pembelajaran TeFa sebagai SMK PK. Sekaligus mencetak lulusan SMKN 5 Sukoharjo sesuai kebutuhan industri yang terus berkembang,” pungkas Ari Kurniawati. (ul/wa)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#teaching factory #SMKN 5 Sukoharjo #Ari Kurniawati #tefa