RADARSOLO.COM – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Solo mencatat, minat baca masyarakat Kota Bengawan di 2024 masih di kisaran 76 persen. Berbanding terbalik dengan capaian pembangunan literasi yang mencapai angka 98 persen.
Tahun ini, dispersip bakal menggenjot minat baca tersebut melalui berbagai program. Kabid Perpustakaan Dispersip Kota Solo Aditya Setyawarman menjelaskan, layanan literasi masyarakat terus ditingkatkan melalui berbagai layanan.
Salah satu upaya paling jitu, yakni melalui jemput bola. Ditunjang dengan layanan metaverse perpustakaan, perpustakaan keliling (perpusling), dan perpustakaan digital.
“Antara akhir 2025 atau awal 2026 kami akan launching bus perpustakaan. Fasilitas ini akan kami hadirkan di pusat keramaian, agar lebih mudah dijangkau masyarakat. Bisa di CFD (car free day) atau pusat keramaian lainnya,” jelas Aditya, Senin (17/11).
Nantinya, bus perpustakaan akan dilengkapi sofa dan tenda baca untuk menarik minat masyarakat.
“Layanan literasi kami sediakan gratis untuk umum. Siapa pun bisa mengakses. Harapannya dengan gempuran fasilitas kami, masyarakat lebih antusias lagi untuk membaca," imbuh Aditya.
Aditya menambahkan, sudah ada peningkatan minat baca masyarakat. Dibuktikan lewat permintaan layanan perpustakaan yang terus bertambah, baik dari warga maupun satuan pendidikan. Selain itu, juga rutin kunjungan perpustakaan ke mal dan posyandu tiap akhir pekan.
“Kami bisa merasakan animo membaca masyarakat dan pelajar. Itu bagi pemerintah merupakan kewajiban. Karena literasi adalah salah satu cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM),” bebernya.
Sementara itu, layanan perpustakaan daerah (perpusda) diperpanjang hingga pukul 21.00. Penambahan durasi waktu tersebut untuk memfasilitasi masyarakat yang disibukkan rutinitas bekerja sejak pagi hingga sore.
“Layanan perpus buka hingga malam. Sehari rata-rata 30-40 pengunjung yang datang. Kebanyakan pegawai dan mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi atau tesis,” imbuhnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto