RADARSOLO.COM – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menjajaki kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro guna memperkuat sektor kebudayaan dan ekonomi kreatif sebagai basis transformasi ekonomi daerah.
Penjajakan tersebut dilakukan melalui audiensi dan pembahasan draf nota kesepahaman (MoU) yang digelar di Gedung Rektorat ISI Surakarta, Kamis (22/1/2026).
Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung visi Kabupaten Bojonegoro sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark, khususnya melalui penguatan pilar kebudayaan, pariwisata berbasis kearifan lokal, serta pengembangan ekonomi kreatif.
Rektor ISI Surakarta Bondet Wrahatnala menyambut positif inisiatif kerja sama tersebut. Ia menegaskan kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi langkah konkret agar hasil riset dan pengabdian perguruan tinggi tidak berhenti di tataran akademik.
”Kerja sama ini merupakan langkah konkret hilirisasi riset akademik agar berdampak nyata bagi masyarakat luas, terutama dalam penguatan kebudayaan, pariwisata berbasis kearifan lokal, serta pengembangan ekonomi kreatif yang bersumber dari potensi daerah,” ujar Bondet.
Salah satu poin unggulan yang dibahas dalam audiensi tersebut adalah program Digital Archiving atau Electronic Archive (e-Archive), yakni inisiatif pengarsipan digital data seni dan budaya Bojonegoro.
Program ini akan melibatkan mahasiswa jenjang S1 hingga S3 bersama dosen pembimbing dan diintegrasikan melalui skema KKN Tematik.
Melalui program ini, mahasiswa akan menggali data, melakukan pemberdayaan masyarakat, serta menginventarisasi berbagai aset budaya lokal seperti Wayang Tengul, Tari Tayub, dan tradisi Samin.
Selain pengarsipan digital, ruang lingkup kerja sama juga mencakup pengembangan desa wisata budaya, revitalisasi seni tradisi, hingga penataan artistik tata kota dan penciptaan ikon seni di ruang publik.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kusnandaka Kabupaten Bojonegoro Tjatur Prasetijo menegaskan bahwa kerja sama dengan ISI Surakarta menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang seni dan ekonomi kreatif.
”Kami melihat kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas SDM, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah agar mampu menjadi daya ungkit ekonomi kreatif dan pariwisata Bojonegoro ke depan,” katanya.
Baca Juga: Angka Disabilitas DO Kuliah Tinggi, KND Soroti Rendahnya Layanan Pendidikan dan Kesehatan
Dengan terbangunnya sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah, potensi seni dan budaya Bojonegoro diharapkan tidak hanya terjaga kelestariannya, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. (alf/adi)
Editor : Adi Pras