RADARSOLO.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo siapkan aplikasi pendukung, sebagai sarana latihan siswa untuk menghadapi tes kompetensi akademik (TKA).
Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu siswa agar terbiasa dengan sistem ujian berbasis digital, sekaligus menyediakan bank soal yang dapat dimanfaatkan sekolah.
Kasi Manajemen Peningkatan Mutu SMP Disdik Solo Anik Indriyani menjelaskan, aplikasi ini bisa dimanfaatkan siswa SD dan SMP.
Hadirnya aplikasi ini untuk menyikapi server error saat gladi bersih TKA, belum lama ini.
“Pemerintah pusat sebenarnya sudah menyiapkan server untuk gladi TKA. Hanya saja kemarin sempat error, sehingga siswa kurang optimal dalam mengerjakan," kata Anik, Minggu (15/3).
"Kami ingin anak-anak lebih familiar dengan sistem dari pemerintah pusat, sehingga kami buatkan aplikasi support system,” imbuhnya.
Anik menambahkan, aplikasi tersebut dirancang bersama tim dari jenjang SD dan SMP. Terutama yang bertugas menyusun soal dengan model serupa TKA.
Saat ini, aplikasi masih dalam tahap pengembangan dan belum diluncurkan secara resmi.
“Di dalam aplikasi sudah ada bank soal yang bisa digunakan untuk berlatih. Ini bisa diakses sekolah-sekolah untuk mengakomodasi kebutuhan latihan siswa,” bebernya.
Ke depan, aplikasi tersebut tidak hanya digunakan untuk try out TKA. Disdik juga berencana mengembangkannya menjadi sistem evaluasi akademik di tingkat kota, termasuk untuk penilaian semesteran.
“Ke depan kemungkinan bisa di-upgrade. Misalnya untuk nilai semesteran di tingkat kota. Selama ini, soal penilaian banyak yang dibuat masing-masing sekolah. Kami berharap ada soal yang lebih terstandar dari disdik, baik untuk sekolah negeri maupun swasta,” ujarnya.
Standarisasi penilaian, lanjut Anik, akan membantu mengukur kemampuan akademik siswa secara lebih objektif.
Karena selama ini, nilai rapor belum sepenuhnya mencerminkan standar yang sama antarsekolah.
“Karena masing-masing sekolah punya penilaian sendiri. Nah, aplikasi ini nanti bisa membantu mengukur tingkat kompetensi akademik siswa, melalui soal di tingkat kota,” jelas Anik.
Saat ini, pengembangan aplikasi sudah mencapai 70 persen. Disdik menargetkan penyempurnaan dilakukan setelah libur Lebaran.
“Saat ini fokusnya masih penyediaan soal. Ke depan akan ada analisis hasil dan fitur lainnya. Insya Allah kami resmikan sebelum TKA bulan depan,” tegas Anik.
Sementara itu, Anik berharap aplikasi tersebut mendorong siswa lebih aktif belajar.
Sekaligus meningkatkan kompetensi akademik melalui latihan soal yang terstruktur.
“Harapannya, kompetensi siswa meningkat karena mereka punya sarana untuk berlatih. Dengan begitu, anak-anak terbiasa belajar dan berkompetisi,” ujarnya.
Sebelumnya, sistem ini pernah digunakan dalam seleksi penerimaan murid baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026. Khususnya untuk jalur prestasi melalui ujian TKA.
Namun, saat itu aplikasi belum dikembangkan secara maksimal.
“Sebelum adanya TKA, waktu SPMB tahun lalu kami sudah pernah menggunakan aplikasi ini untuk ujian jalur prestasi. Namanya juga TKA. Namun saat itu belum dikembangkan. Yang sekarang ini sudah kami kembangkan lebih lanjut,” bebernya. (al/fer)
Editor : fery ardi susanto