Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Niat Ganti Puasa Jelang Ramadhan 2026, Ini Hukum dan Tata Cara Qadha yang Benar

Nur Pramudito • Kamis, 5 Februari 2026 | 02:20 WIB
Panduan lengkap Niat Ganti Puasa menjelang Ramadhan 2026, mulai dari hukum qadha di bulan Syaban, siapa yang wajib mengganti, hingga bacaan
Panduan lengkap Niat Ganti Puasa menjelang Ramadhan 2026, mulai dari hukum qadha di bulan Syaban, siapa yang wajib mengganti, hingga bacaan

RADARSOLO.COM - Aroma Ramadhan 2026 semakin terasa. Memasuki Kamis, 5 Februari 2026, umat Islam kini berada di hari ke-17 bulan Syaban 1447 Hijriah.

Bulan ini kerap disebut sebagai “alarm pengingat” bagi mereka yang masih memiliki kewajiban Niat Ganti Puasa Ramadan tahun sebelumnya.

Tidak sedikit umat Muslim—terutama perempuan—yang masih memiliki utang puasa akibat haid, nifas, sakit, atau perjalanan jauh.

Lalu muncul pertanyaan penting: apakah boleh melakukan qadha puasa di bulan Syaban menjelang Ramadhan 2026?

Jawabannya: boleh dan sangat dianjurkan.

Berikut penjelasan hukum, tata cara, dan bacaan Niat Ganti Puasa secara lengkap.

Baca Juga: Niat Puasa Qadha dan Puasa Syaban Menjelang Ramadhan 2026, Ini Panduan Lengkapnya

Hukum Mengganti Puasa di Bulan Syaban

Mengqadha puasa Ramadan pada bulan Syaban hukumnya sah dan dibolehkan secara syariat.

Bahkan, Syaban merupakan waktu terakhir sebelum datangnya Ramadhan 2026 bagi mereka yang belum melunasi utang puasa.

Dasar hukumnya berasal dari hadis shahih yang diriwayatkan oleh Aisyah RA.

Ia menuturkan bahwa dirinya pernah menunda qadha puasa Ramadan hingga bulan Syaban karena kesibukan mendampingi Rasulullah SAW.

“Aku memiliki utang puasa Ramadan dan tidak mampu menggantinya kecuali pada bulan Syaban, karena kesibukanku melayani Rasulullah SAW.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi dalil kuat bahwa Niat Ganti Puasa di bulan Syaban tetap sah meski dilakukan menjelang Ramadhan 2026.

Golongan yang Wajib Mengganti Puasa

Islam memberikan keringanan bagi beberapa kondisi tertentu untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan, namun kewajiban menggantinya tetap berlaku.

Golongan tersebut antara lain:

Adapun orang yang sakit menahun atau lanjut usia yang tidak memungkinkan berpuasa, maka cukup membayar fidyah tanpa qadha.

Tata Cara dan Bacaan Niat Ganti Puasa

Qadha puasa tidak harus dilakukan secara berurutan.

Boleh dicicil di hari-hari tertentu atau dilakukan berturut-turut, sesuai kemampuan, asalkan jumlah harinya sesuai dengan utang puasa yang ditinggalkan sebelum Ramadhan 2026.

Hal terpenting dalam qadha adalah Niat Ganti Puasa, yang wajib dilafalkan di dalam hati pada malam hari sebelum terbit fajar.

Bacaan Niat Ganti Puasa Ramadan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
“Aku berniat mengqadha puasa fardhu bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta‘ala.”

Jangan Menunda Hingga Ramadhan 2026

Meski menunda qadha hingga bulan Syaban masih diperbolehkan, menundanya tanpa alasan syar’i hingga melewati Ramadhan 2026 hukumnya haram dan berdosa.

Selain wajib qadha, pelakunya juga dikenai kewajiban membayar fidyah sebagai bentuk tebusan kelalaian.

Selagi masih ada waktu sebelum Ramadhan 2026 tiba, sebaiknya segera menunaikan Niat Ganti Puasa agar ibadah Ramadan nantinya dapat dijalani dengan lebih tenang dan khusyuk.

Wallahu a‘lam bishawab.

Editor : Nur Pramudito
#puasa #bacaan #niat #qadha #niat ganti puasa ramadhan #hukum #ramadhan 2026