Saat laga melawan Arema FC, 5.000 suporter Persis hadir. Kerinduan sebagian fans pecah, karena akhirnya kembali menonton laga Persis secara langsung.
“Tentunya Persis sangat mengapresiasi kinerja dari kepolisian. Termasuk saat memberikan pengawalan dan penjagaan dengan baik saat pertandingan Persis berlangsung. Terimakasih juga kepada Polres Surakarta dan Polres Sleman telah memfasilitasi untuk berkoordinasi bersama seluruh elemen suporter Jogjakarta dan juga Solo,” ungkap Manajer Persis Erwin Widianto.
Dia juga mengakui dukungan dan keramahan dari seluruh warga Jogjakarta dan Sleman benar-benar terasa. Bahkan banyak yang menyambut kedatangan suporter Solo di perbatasan Jateng-DIJ saat fans Persis datang dan pulang dari Bumi Sembada.
“Kami juga meminta maaf jika dalam perjalanan membuat lalu lintas warga Jogjakarta sedikit terganggu,” lanjutnya.
Pertandingan kemarin menurut Erwin menjadi momentum yang baik untuk menjaga kondusifitas saat berlangsungnya pertandingan di Jogja dan Solo. Dia yakin bahwa semangat perdamaian yang ditunjukkan antar suporter dapat menjadi contoh dari elemen suporter lain yang ada di Indonesia.
“Semangat perdamaian ini adalah wujud komitmen bersama dan bisa dijadikan contoh untuk suporter lain untuk merawat semangat perdamaian dan kekeluargaan antara seluruh suporter di Indonesia. Harapannya dengan sinergi baik antara kepolisian, elemen suporter dan klub akan membuat sepakbola Indonesia dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia dengan aman,” harapnya. (nik) Editor : Damianus Bram