RADARSOLO.COM - Pertarungan panas tersaji di Stadion Jatidiri, Semarang, saat PSIS Semarang menjamu Persela Lamongan pada pekan ke-17 Pegadaian Championship 2025/2026, Sabtu (24/1/2026).
Di hadapan 9.571 penonton yang memadati tribun, Mahesa Jenar menang tipis 1-0 dalam laga yang penuh emosi, kartu, dan drama sepanjang 90 menit.
PSIS tampil agresif sejak awal.
Namun, situasi berubah ketika Safna Maula Delpi menerima kartu kuning kedua pada menit ke-31.
Tuan rumah harus bermain dengan sepuluh pemain, memaksa mereka mengubah strategi dan lebih disiplin dalam bertahan.
Meski kehilangan satu pemain, PSIS tetap berani menekan dan mencari celah balasan.
Gol yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-54. Dari situasi bola mati, Otávio Dutra berdiri di posisi ideal dan menyambar bola yang mengarah kepadanya.
Sontekan kerasnya menghujam gawang Persela dan membuat publik Jatidiri bergemuruh. Gol tunggal ini menjadi penentu kemenangan PSIS di malam yang penuh ketegangan.
Persela Lamongan sebenarnya berada dalam kondisi lebih menguntungkan setelah unggul jumlah pemain.
Namun alih-alih memaksimalkannya, Laskar Joko Tingkir justru tampil terlalu agresif dan kehilangan kontrol permainan.
Wasit sampai harus mengeluarkan lima kartu kuning untuk kubu tamu — masing-masing diterima Daniel Goncalves, Rafiud Drajat, Adam Maulana, Herwin Tri Saputra, dan Jhon Edy Mena Perez.
Rentetan pelanggaran ini membuat alur serangan Persela tidak pernah benar-benar hidup.
Di satu sisi, PSIS juga mengoleksi dua kartu kuning lainnya untuk Safna Maula Delpi dan Rafael De Sa Rodrigues.
Namun, kedisiplinan lini belakang Mahesa Jenar membuat keunggulan tipis itu bertahan sampai peluit panjang.
Ledakan kartu dalam pertandingan ini kemudian dibawa ke meja Komite Disiplin PSSI. Dalam keputusan yang dirilis pada 28 Januari 2026, Komdis menilai lima kartu kuning yang diterima Persela Lamongan sudah melampaui batas wajar dan mencerminkan kurangnya kontrol pemain.
Atas pelanggaran itu, Persela dijatuhi denda sebesar Rp 25 juta.
Hukuman tersebut menjadi peringatan bagi Persela agar lebih menjaga sportivitas dan menahan diri dari pelanggaran tidak perlu, terutama di fase krusial menuju akhir kompetisi.
Sementara itu, bagi PSIS Semarang, kemenangan ini menjadi bukti ketangguhan mental bermain dengan sepuluh pemain dan kemampuan menjaga konsentrasi hingga akhir laga. (nik)
Editor : Niko auglandy