Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

PSSI Sindir Kerusuhan di I.League, Laga Persis Solo vs Persijap Jepara dan Malut United vs PSM Makassar Disorot

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Senin, 9 Maret 2026 | 16:31 WIB

 

oknum suporter merusak bangku di Stadion Gelora Bumi Kartini usai laga Persis Solo melawan PersijapJepara, Kamis malam(5/3/2026).
oknum suporter merusak bangku di Stadion Gelora Bumi Kartini usai laga Persis Solo melawan PersijapJepara, Kamis malam(5/3/2026).
 

RADARSOLO.COM – Insiden bentrok antarsuporter yang terjadi dalam laga antara Persijap Jepara melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Kamis (5/3) lalu mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Kericuhan tersebut dinilai mencoreng jalannya kompetisi Super League Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Yunus Nusi, turut memberikan tanggapan terkait kejadian tersebut.

Yunus menyayangkan insiden tersebut dan menilai peristiwa itu menjadi catatan penting bagi federasi dalam menjaga kualitas kompetisi nasional.

Menurutnya, kompetisi profesional seharusnya menjadi contoh bagi pembinaan sepak bola di level bawah. Karena itu, tindakan anarkistis di sekitar pertandingan tidak seharusnya terjadi.

"PSSI menyayangkan kejadian tersebut, dan tentu ini menjadi catatan. Kami sangat tidak menginginkan hal-hal seperti ini terjadi. Apalagi i-League, klub-klub strata pertama yang sebenarnya hal-hal seperti ini tidak bisa lagi terjadi," ucap Yunus Nusi menurut rilis yang diterima oleh Jawa Pos Radar Solo.

Dia menekankan bahwa pengendalian situasi pertandingan menjadi tanggung jawab bersama. Mulai dari manajemen klub, ofisial tim, pemain, hingga kelompok suporter harus mampu menjaga kondusivitas pertandingan.

Yunus menilai tindakan kekerasan sering kali dipicu emosi yang tidak terkendali, meski tidak selalu dipicu kesalahan fatal dari perangkat pertandingan. Karena itu, dia mengingatkan seluruh elemen sepak bola untuk bersikap bijak agar insiden serupa tidak kembali terulang.

Tak ketinggalan, kasus pemukulan wasit dan intimidasi kepada awak medua yang meliput laga Malut United melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate juga ikut disorotnya.

"Penting bagi kami, baik itu pemukulan terhadap wasit, pada media dan lain-lain. Kami berharap ini menjadi yang terakhir dan mohonlah kawan-kawan klub. Kita berharap Apapun yang terjadi, apalagi tidak ada kesalahan fatal yang dilakukan," ujarnya.

Terkait potensi sanksi, Yunus menegaskan bahwa PSSI menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada Komite Disiplin PSSI. Lembaga tersebut akan mengkaji laporan resmi dari perangkat pertandingan maupun panitia pelaksana.

“Kami menyerahkan semuanya kepada komite disiplin. Apapun keputusannya, semua pihak harus menerimanya,” tegas Yunus.

Sementara itu, manajemen Persis Solo juga menanggapi kemungkinan sanksi yang dapat dijatuhkan kepada klub. Direktur Utama Persis Solo Ginda Ferachtriawan mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil investigasi resmi dari operator kompetisi.

Menurut Ginda, manajemen klub menghormati proses yang sedang berjalan. Persis juga melakukan evaluasi internal untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Kami menunggu hasil investigasi dari operator liga. Tentu kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang karena merugikan semua pihak,” kata Ginda.

Dia menambahkan bahwa klub terus mengimbau suporter untuk memberikan dukungan secara positif dan tertib. Dukungan yang sportif dinilai penting untuk menjaga citra klub maupun kualitas kompetisi.

Dengan adanya evaluasi dari federasi dan klub, insiden kerusuhan pada laga Persijap melawan Persis diharapkan menjadi pelajaran bersama. Seluruh pihak diharapkan dapat menjaga keamanan pertandingan demi terciptanya atmosfer kompetisi yang sehat. (hj/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#pssi #persis solo #bentrokan