
RADARSOLO.COM- Pemkab Sukoharjo menyelenggarakan upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-29 dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 dengan penuh khidmat, Jumat (2/5/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukoharjo Etik Suryani menyampaikan pidato penting yang menekankan peran krusial sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045,” Bupati Etik menegaskan, otonomi daerah bukan semata-mata tentang pembagian kewenangan.
Tetapi lebih pada harmonisasi peran dan tanggung jawab antara tingkatan pemerintahan demi mewujudkan cita-cita bersama.
"Indonesia adalah negara besar, bukan hanya dari segi luas wilayah dan jumlah penduduk, tetapi juga karena kekayaan budaya, sumber daya alam, dan potensi daerah," jelasnya.
"Namun, kehebatan ini akan sia-sia jika tidak ada sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pusat dan daerah," imbuh bupati.
Dalam pidatonya, Bupati Etik memaparkan delapan isu strategis yang menjadi fokus dalam pelaksanaan otonomi daerah yang efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Di antaranya:
- Swasembada pangan dengan penguatan regulasi, dukungan teknologi, serta distribusi yang merata dan penguatan sumber daya manusia pertanian.
- Swasembada energi, melalui diversifikasi dan efisiensi energi, serta pengurangan ketergantungan impor.
- Pengelolaan sumber daya air, lewat peningkatan infrastruktur dan kebijakan yang berpihak pada kelestarian.
- Pemerintahan yang bersih dan melayani, yang bebas korupsi serta mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.
- Pengembangan kewirausahaan dan UMKM, terutama dengan memperkuat ekonomi desa dan membuka akses permodalan.
- Peningkatan akses dan mutu pendidikan, melalui kolaborasi lintas sektor dan pemerataan infrastruktur.
- Layanan kesehatan yang merata dan berkualitas, dengan penguatan fasilitas, tenaga medis, hingga upaya penanganan stunting
- Reformasi birokrasi dan penegakan hukum, dengan penyederhanaan struktur dan pemanfaatan teknologi digital.
Etik menambahkan, peningkatan kapasitas pemerintah daerah juga menjadi kunci penting dalam mempercepat pembangunan.
Tiga pilar yang menjadi fokus adalah penguatan sumber daya manusia aparatur, peningkatan kapasitas keuangan daerah, dan reformasi kelembagaan serta tata kelola.
"Kita harus menyiapkan daerah agar mampu melaksanakan otonomi secara efektif. Pelatihan, beasiswa, penguatan APBD berbasis kinerja, serta digitalisasi pelayanan publik harus terus didorong," tegasnya.
Selain menyampaikan pesan pada momentum Hari Otonomi Daerah, Bupati Etik juga menyoroti pentingnya memperingati Hari Pendidikan Nasional sebagai upaya memperkuat semangat mencerdaskan kehidupan bangsa.
Ia menyampaikan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara, tanpa memandang latar belakang.
Baca Juga: Pemkab Sukoharjo Atasi Kemacetan di Perlintasan KA Mayang, Gatak: Siapkan Anggaran Rp 1,3 Miliar
"Pendidikan adalah jalan untuk memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan membawa bangsa ini ke arah kemajuan yang berkeadilan," ucapnya.
"Presiden Prabowo telah menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam Asta Cita keempat," imbuh Etik.
Etik mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sejak Oktober 2024.
Seperti penerapan deep learning, pembelajaran Koding dan AI, serta penguatan karakter melalui program-program seperti Pagi Ceria, Album Kicau, dan kebijakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
"Para guru harus menjadi agen pembelajaran dan peradaban. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga membentuk karakter dan masa depan anak-anak kita. Untuk itu kesejahteraan, kompetensi, dan peran guru harus terus ditingkatkan," tambahnya.

Dalam penutup sambutannya, Bupati Etik mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, akademisi, dunia usaha, hingga media massa, untuk bergotong-royong mendukung pendidikan bermutu dan otonomi daerah yang efektif.
"Mari kita jadikan momentum Hari Otonomi Daerah dan Hari Pendidikan Nasional tahun ini sebagai tonggak untuk bergerak bersama, menyatukan langkah, dan membangun negeri menuju Indonesia Emas 2045 yang mandiri, adil, dan makmur," pungkasnya.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pejabat OPD, perwakilan guru, pelajar, serta tokoh masyarakat.
Upacara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada tenaga pendidik dan perangkat desa berprestasi, serta pementasan seni dari pelajar Sukoharjo. (kwl/wa)




