Dua Opsi Jembatan Penyeberangan Orang Purwosari, Termurah Rp 4 Miliar


RADARSOLO.COM – Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang dan Sepeda (JPOS) Purwosari, Solo, membutuhkan anggaran mulai Rp 4 miliar hingga Rp 20 miliar, bergantung pada spesifikasi desain yang dipilih. Pemkot Surakarta sebenarnya telah memiliki detail engineering design (DED) untuk proyek tersebut, tetapi keterbatasan anggaran membuat pembangunan belum terealisasi.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo Joko Supriyanto menjelaskan, desain awal JPOS Purwosari disiapkan pada era Wali Kota Gibran Rakabuming Raka. Konsepnya mengacu pada JPOS di depan RSUD Dr. Moewardi, dengan fasilitas lift untuk mengangkut orang maupun barang.
“Sebetulnya kita sudah mendesain juga, hanya saja kalau kita masukkan di renja memang belum bisa masuk terus karena keterbatasan anggaran,” kata Joko, Kamis (29/10/2026).
Baca Juga: Jokowi Siap Hadir di Sidang Roy Suryo dan dr Tifa, Tunggu Panggilan Pengadilan
Jika menggunakan desain awal tersebut, kebutuhan anggarannya diperkirakan mencapai Rp 20 miliar berdasarkan perhitungan 2021. JPOS dirancang memiliki dua lift di setiap sisi jembatan dengan lebar sekitar 2–3 meter. Fasilitas itu diharapkan bisa mengakomodasi pejalan kaki, pesepeda, pengguna becak, dan moda transportasi tidak bermotor lainnya.
Lokasi pembangunan direncanakan berada di utara Flyover Purwosari, tepatnya di area ruang milik jalan (rumija) milik Pemkot Solo di sekitar Stasiun Purwosari, dengan bentang menuju Jalan Sam Ratulangi di sisi barat stasiun.
“Ini titiknya tetap di utara flyover. Jadi tetap di rumija kita, milik Pemkot Surakarta. Kalau merujuk desain itu, memang dulu arahannya Pak Gibran agar bisa juga dilewati pengguna sepeda, becak, dan sejenisnya. Hanya saja butuh anggaran besar,” terang Joko.
Selain desain dengan fasilitas lift, Pemkot Solo bisa mempertimbangkan konsep JPOS Manahan yang lebih sederhana. Tanpa lift untuk orang maupun barang, pembangunan jembatan dengan spesifikasi tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sedikitnya Rp 4 miliar.
“Kalau seperti JPOS Manahan itu Rp 4 miliar. Jadi intinya Pemkot Surakarta sudah memiliki desain soal JPOS Purwosari dan ada beberapa opsi lain yang bisa juga dijadikan rujukan. Nah, nanti kalau akan digarap tinggal kita sesuaikan lagi dengan kebutuhan sekarang dan kebijakan dari Pak Kepala Dinas atau Pak Wali,” ujar Joko.
Dia menegaskan, DED yang telah tersedia menjadi salah satu acuan apabila pembangunan JPOS Purwosari dilanjutkan. Namun, desain dan kebutuhan anggaran masih perlu disesuaikan dengan kondisi terkini serta kebijakan pemerintah kota.
Wacana pembangunan JPOS Purwosari kembali mengemuka setelah pemasangan pot bunga di jalur inspeksi Flyover Purwosari menuai kritik masyarakat, terutama terkait akses pejalan kaki. Pemkot Solo sebelumnya menegaskan flyover tersebut tidak dirancang sebagai jalur pejalan kaki karena diperuntukkan bagi kendaraan yang melintas dengan kecepatan tinggi.



