Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Proyek Flyover Purwosari, Pakar Ekonomi: Efisiensi Dukung Ekonomi Solo

Perdana Bayu Saputra • Kamis, 9 Januari 2020 | 21:49 WIB
Pakar Ekonomi Pembangunan UNS Lukman Hakim
Pakar Ekonomi Pembangunan UNS Lukman Hakim
SOLO - Pembangunan Flyover Purwosari diklaim menjadi bukti modernisasi Kota Solo. Keberadaan jalan layang di dalam kota itu semakin mengukuhkan Kota Bengawan sebagai kota modern, setelah Overpass Manahan beroperasi.

Pakar Ekonomi Pembangunan Universitas Sebelas Maret (UNS) Lukman Hakim mengatakan, sejak zaman Raja Keraton Surakarta Paku Buwono (PB) X tidak ada perubahan yang berarti di bidang transportasi. Bahkan, rel dan jalanan di Kota Solo seluruhnya merupakan warisan Belanda.

“Karanganyar sudah lebih dulu punya flyover. Sukoharjo juga punya underpass. Solo sudah punya flyover di Manahan, ditambah sebentar lagi di Purwosari. Artinya, Solo sekarang sudah menuju sebagai kota modern,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Dengan adanya jalan layang ini, selain melancarkan arus transportasi. Juga akan berdampak pada pertumbuhan perekonomian di Kota Solo. Lukman menyebut keberadaan flyover akan menghemat waktu, mengurangi macet, dan menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Efisiensi inilah yang menjadi dampak baik terhadap perekonomian.

“Kota Solo berpotensi untuk berkembang. Dibanding dengan kota lain. Kota Solo punya jalan yang relatif lebar di tengah kota. Meski masih desain lama. Tapi ini bisa jadi syarat sebagai kota yang bisa dikembangkan di kemudian hari. Salah satunya, dengan keberadaan jalan layang,” ungkapnya.

Lukman membandingkan dengan kondisi di kota lain. Semarang rawan rob, dan Jogja terlalu macet. Sementara Kota Solo tidak berpotensi terjadi kedua hal tersebut. Sehingga tantangannya saat ini bagaimana Kota Solo mengatur lalu lintas agar lebih tertib dan lebih baik.

“Solo sudah jadi kota besar. Tinggal bagaimana meningkatkan destinasi pariwisata yang ada. Karena dari segi transportasi, sudah membaik dan mulai modern,” sambungnya.

Proses pembangunan flyover Purwosari akan terjadi sepanjang 2020. Lukman memprediksi tidak akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Kota Solo. Sebab itu hanya akan terjadi pengalihan arus. Pertumbuhan ekonomi tetap akan di angka 4,9 persen pada tahun ini. “Tekanan ekonomi global yang masih berpengaruh besar. Pembangunan flyover tidak berpengaruh,” bebernya. (aya/bun) Editor : Perdana Bayu Saputra
#Flyover Purwosari #pakar ekonomi uns #proyek #modernisasi kota solo #lukman hakim