Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

PLTSa Putri Cempo: 1 Mesin Mengolah 40 Ton Sampah Menjadi 2 Megawatt Listrik

Damianus Bram • Kamis, 27 Januari 2022 | 03:28 WIB
HASILKAN ENERGI LISTRIK: Persiapan produksi listrik di PLTSa Putri Cempo terus disempurnakan agar April bisa beroperasi. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
HASILKAN ENERGI LISTRIK: Persiapan produksi listrik di PLTSa Putri Cempo terus disempurnakan agar April bisa beroperasi. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO – Operasional mesin di Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo mengalami sedikit perubahan. Baik metode pengolahan maupun kecepatan alat-alat berat itu dalam memproduksi listrik. Sekarang, satu unit mesin diperkirakan bisa mengolah 40 ton sampah menjadi 2 megawatt listrik.

Direktur Utama PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) selaku operator PLTSa Putri Cempo Elan Suherlan menjelaskan, proses pengolahan dilakukan dari penyaringan sampah mentah menjadi sampah jadi. Kemudian dipilah menjadi sampah yang bisa diolah dan yang tidak. Teknisnya, tumpukan sampah seberat 160 ton akan disaring melalui mesin tromol agar partikel ukuran kecil terbuang.

Setelah material kecil terbuang, sampah itu dipilah. Diambil yang organik dan plastiknya saja. Sementara material lain seperti metal dan lainnya dibuang. Karena dalam pengolahannya, hanya sampah organik dan plastik saja yang diperlukan.

“Dulu kami pakai gasifier dari Jerman, yang notabene membutuhkan lebih banyak kalori untuk menghasilkan listrik. Sekarang tidak perlu kalori tinggi karena pakai biodriying. Lebih cepat, lebih murah, dan lebih mudah,” kata Elan, Rabu (26/1).

Sejauh ini, persiapan PLTSa mencapai 67 persen. Elan optimistis akan rampung tepat waktu. Rencananya, dua mesin penghasil listrik akan dioperasikan April mendatang. Sementara enam mesin lainnya dioperasikan bertahap hingga Desember.

“Dua mesin pembangkit listrik akan dioperasikan lebih awal. Secara umum sudah 67 persen. Targetnya April dua unit mesin jalan dan menghasilkan 2 megawatt. Secara bertahap hingga Desember, delaoan unit ini jalan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menilai pemilahan sampah dari hulu, akan memudahkan pengolahan PLTSa Putri Cempo. Ke depan, pemkot akan membuat kebijakan terkait pengelolaan sampah di lingkungan supaya lebih tertata. Salah satunya mengadopsi program Papi Sarimah (paksa pilah sampah dari rumah) yang sudah diterapkan di Kecamatan Banjarsari.

“Dari hulu harus diselesaikan. Kalau dari camat dan lurah bisa memilah sampah, akan lebih baik. Pemilahan sampah ini sudah dimulai dari Banjarsari. Program inibisa di-copy wilayah lain,” tegas Gibran. (ves/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#pembangkit listrik tenaga sampah #PLTSa Putri Cempo #PLTSa Putri Cempo April Beroperasi #Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka