Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Progres Proyek di Solo Lamban, Kok Bisa? Baru Separo Jalan, Pemkot Berdalih Ada Kendala Teknis

Silvester Kurniawan • Senin, 23 Oktober 2023 | 13:00 WIB
BELUM SELESAI: Pengerjaan proyek koridor Jayawijaya molor. Proyek yang mesti rampung pada 17 Oktober itu kini baru 61,2 persen.
BELUM SELESAI: Pengerjaan proyek koridor Jayawijaya molor. Proyek yang mesti rampung pada 17 Oktober itu kini baru 61,2 persen.

RADARSOLO.COM – Pemkot Surakarta terus menggenjot pembangunan infrastruktur di era Wali Kota Gibran Rakabuming Raka. Selain 17 proyek prioritas yang mayoritas dibiayai APBN, ada juga proyek-proyek yang didanai APBD. Dilemanya ada sejumlah proyek progresnya sangat lamban.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo ada sejumlah proyek yang didanai dari APBD 2023 progresnya belum menggembirakan. Padahal, proyek-proyek itu sudah hampir habis masa pengerjaannya.

Beberapa di antaranya seperti proyek perbaikan infrastruktur di Kelurahan Mojosongo. Progres proyek yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) terintegrasi ini, per 16 Oktober lalu baru mencapai 55,24 persen. Padahal, deadline kontrak sampai 8 November. Hal serupa juga terjadi di proyek infrastuktur di Kelurahan Pajang. Di mana per 16 Oktober lalu baru menyentuh 56,18 persen. Sedangkan batas akhir juga 8 November.

“Proyek ini sedikit terhambat karena dikerjakan dengan mekanisme pemberdayaan masyarakat. Memang kalau yang pemberdayaan masyarakat kendalanya di mekanisme pelaksanaannya. Konsekunsinya nanti kalau tidak tepat waktu ya termin pembayaran yang ketiga tidak bisa diambil. Untuk pengganti mekanisme denda,” terang Kepala DPUPR Kota Surakarta Nur Basuki, Minggu (22/10). 

Proyek jalan yang kini juga perlu jadi perhatian adalah penataan koridor Jalan Jaya Wijaya. Proyek ini dimulai sejak 20 Juni lalu. Proyek yang mesti rampung pada 17 Oktober itu kini baru 61,2 persen. Lamanya pekerjaan itu berpotensi membuat pelaksana proyek terancam terkena denda jika tak sanggup merampungkan tepat waktu.

“Kalau di Jalan Jaya Wijaya kendalanya ulitilitas. Kemarin itu ada 11 provider dan dua pipa PDAM yang dipindahkan. Akhirnya harus dibuatkan jalur dulu, makanya pekerjaannya sedikit molor. Ini kami pantau agar tidak mundur terlalu lama. Mekanisme denda tetap berlaku,” kata dia.

Menyikapi hal tersebut, pemkot telah membahas hal ini dan melaporkan berbagai detail pembangunan infrastruktur di sejumlah dinas terkait. Pemkot berupaya memastikan pembangunan daerah itu dikerjakan dengan baik dan rampung sesuai kesepakatan.

“Hal ini sudah dilaporkan. Mereka (kontraktor) sudah menyanggupi untuk menyelesaikan. Seandainya terlambat mereka akan kena denda. Ini dilakukan daripada mangkrak pada tahun depan. Beberapa pembangunan fisik seperti di tingkat kelurahan dan puskesmas ada (yang molor). Tapi kalau yang proyek jalan dipastikan semua bisa selesai,” kata Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa

Disinggung soal Kota Solo hanya hebat karena pembangunan dibantu pusat, Teguh tak sepakat. Menurut dia, bantuan pusat itu berhasil diamankan karena tata kelola keuangan yang baik oleh pemkot.

Namun, sosok wali kota yang juga anak presiden juga ikut membantu memuluskan upaya tersebut. Di luar itu, dengan banyak proyek besar yang dibantu pemerintah pusat, pemkot bisa fokus melakukan pembangunan fisik lain.

“Ini keuntungan dari Solo yang banyak dibantu pusat. Kami awasi semua karena memang ada beberapa pembangunan yang tidak on the track. Ini yang harus kami kembalikan agar on track lagi,” tutur Teguh.

Di sisi lain, 17 proyek prioritas itu ada yang telah selesai dikerjakan dan ada yang sedang berproses hingga saat ini. Berdasarkan pantauan koran ini, sembilan proyek sudah selesai, empat proyek sedang berjalan, dan tiga proyek menunggu eksekusi.

“Pembangunan pakai dana daerah tidak minim kok. Kalau 17 proyek prioritas itu memang ada yang dari pusat, ada yang dari provinsi. Ada juga kombinasi kementerian-provinsi-daerah, dan dari CSR. Semuanya kan untuk kebaikan warga. Yang menikmati kan warga bukan saya,” tegas Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.

Sebagian memang masih dalam proses. Seperti Pasar Jongke, Taman Balekambang, Simpang Joglo, dan beberapa lainnya masih berjalan. Sedangkan PSEL Putri Cempo akan segera dioperasikan. (ves/bun)

Proyek Infrastruktur Daerah Dibiayai APBD 2023

Perbaikan infrastruktur di Kelurahan Mojosongo

Perbaikan infrastruktur di Kelurahan Pajang

Penataan Koridor Jalan Jaya Wijaya

17 Proyek Prioritas

Sudah Selesai Dikerjakan

  1. Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed
  2. Revitalisasi Koridor Ngarsopuro-Gatot Subroto
  3. Revitalisasi TSTJ berubah menjadi Solo Safari
  4. Revitalisasi Lokananta
  5. Revitalisasi Tecknopark
  6. Pembangunan Slter Manahan
  7. Revitalisasi Pura Mangkunegaran
  8. Penataan Kawasan Kumuh Semanggi.
  9. Revitalisasi Pasar Mebel Gilingan

Masih Berlangsung

  1. Pembangunan Elevated Rail Simpang Joglo
  2. Revitalisasi Taman Balekambang
  3. Revitalisasi Pasar Jongke
  4. Pembangunan Museum of Culture and Technology
  5. Pembangunan PLTSa Putri Cempo

Prioritas Menunggu Eksekusi

  1. GOR Indoor Manahan
  2. Revitalisasi Keraton Kasunanan
  3. Pembangunan Cultural Center
Editor : Damianus Bram
#proyek prioritas #Perbaikan Infrastruktur #Pemkot Surakarta #penataan koridor #DPUPR Kota Surakarta