Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

FAUNA: Uniknya Ular Piton Albino, Jarang Ditemukan Ada di Alam Liar

Silvester Kurniawan • Kamis, 15 Agustus 2024 | 15:00 WIB
Ular piton albino milik Samudra Budi yang memiliki corak yang cukup unik.
Ular piton albino milik Samudra Budi yang memiliki corak yang cukup unik.

 

RADARSOLO.COM - Ular Piton merupakan salah satu reptile yang banyak dipelihara oleh berbagai kalangan masyarakat. Alasannya tentu karena memelihara piton jauh lebih aman ketimbang memelihara jenis ular berbisa.

Dari berbagai varian yang ada, Piton Albino masih jadi pilihan favorit untuk dipelihara masyarakat. Salah seorang pecinta reptile asal Sukoharjo, Samudra Budi, 42, mengungkapkan, ular piton albino cukup banyak disenangi di kalangan pecinta reptile. Ini karena ciri fisiknya yang tidak biasa.

Jika Python Reticulatus biasa berwarna cokelat terang dan cokelat gelap, maka piton albino ini memiliki warna yang jauh lebih terang. Memiliki corak atau motif yang berwarna kuning terang, dengan mata yang berwarna merah muda.

“Varian albino alam ini bisa ditemui di alam liar walau keberadaannya juga jarang. Yang paling umum kalau ada albino itu lewat pembiakan selektif sehingga lebih bervariasi morph-nya,” terangnya.

Yang perlu diperhatikan, sambung dia jika seseorang ingin memelihara ular piton adalah cara pemeliharaanya. Khususnya jika pemilik tidak memiliki cukup ruangan untuk memelihara ular. Terlebih ular ini memegang status sebagai salah satu ular terpanjang di dunia itu.

“Ular ini sudah saya pelihara lima tahun, panjangnya sudah sekira 3,5 meter. Ukuran segini sudah termasuk besar, walau ukuran maksimal bisa tumbuh sampai enam hingga ada yang sampai belasan meter, bahkan lebih,” terangnya.

Untuk menahan pertumbuhan si ular agar tidak cepat bertambah besar, pria yang akrab disapa Sambud ini punya banyak cara. Misalnya untuk pemberian makan, yang biasanya diberi sebulan sekali, maka ditahan lebih lama menjadi 1,5 bulan sekali. Cara itu cukup ampuh untuk menekan pertumbuhan si ular agar tidak tumbuh terlampau besar.

“Ukuran 3,5 meter seperti ini bisa makan anak babi, anak kambing, kelinci, dan sebagainya. Tapi kalau tidak ada bisa juga diberi kepala ayam. Sekali makan bisa 3 kilogram. Untuk menekannya tinggal durasi pemberian makannya diperpanjang,” papar dia.

Di luar itu, kunci utama dalam memelihara ular piton adalah rutinitas si pemilik dalam meng-handle si ular kesayangan. Hal ini sebaiknya dilakukan sejak ular masih berukuran baby (bayi) agar makin terbiasa dengan keberadaan manusia. Dengan demikian, si ular akan ramah dan jinak dengan siapa saja yang ada di sekitarnya.

“Kalau sudah terbiasa dengan manusia walau dia lapar tidak akan menyerang karena sudah tahu kalau manusia itu bukan mangsa mereka. Yang berbahaya itu jika jarang diajak berinteraksi, karena beberapa bulan saja ular lepas di alam liar atau tidak diajak interaksi naluri liarnya bisa muncul dan menyerang manusia,” beber Sambud. (ves/nik)

Editor : Niko auglandy
#albino #Fauna #satwa #ular