Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Jadi Wajah Kota Solo, Ratusan Jukir Dapat Bimtek Khusus dari Dishub

Silvester Kurniawan • Rabu, 12 November 2025 | 00:54 WIB
Jukir di Kota Solo mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta, Selasa (11/11).
Jukir di Kota Solo mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta, Selasa (11/11).

RADARSOLO.COM – Sebanyak 900 lebih juru parkir (jukir) di Kota Solo mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Selasa (11/11). Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 11–12 November 2025, para jukir diberi pembekalan soal aturan dasar pelayanan parkir hingga sanksi bagi pelanggar.

Kepala Dishub Kota Solo Taufiq Muhammad menjelaskan, bimtek ini digelar untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menekan potensi pelanggaran di lapangan.

“Materinya tentang kondisi parkir saat ini serta permasalahan yang terjadi di lapangan, termasuk aduan-aduan masyarakat soal perparkiran,” ujarnya di sela kegiatan.

Taufiq menegaskan, Dishub bakal bersikap tegas terhadap jukir nakal, terutama yang terlibat pungutan liar, menarik tanpa karcis resmi, bertugas di zona larangan parkir, atau tidak mengenakan seragam.

 “Untuk menghindari pungli, menarik tanpa karcis, atau bertugas di lokasi terlarang, kami masih menggunakan pendekatan persuasif. Sanksinya bisa berupa penahanan KTA beberapa minggu hingga pemberhentian. Kalau pidana belum ada,” tegasnya.

Bimtek tersebut juga menghadirkan berbagai pihak, seperti Komisi III DPRD Kota Surakarta, BPJS Ketenagakerjaan, Satlantas Polresta Surakarta, dan Kejaksaan Negeri Surakarta. Mereka dilibatkan untuk memperkuat sistem reward and punishment bagi para jukir.

Wali Kota Solo Respati Ardi menilai keberadaan juru parkir sangat berpengaruh terhadap citra kota. Karena itu, para jukir diminta menjaga perilaku dan profesionalitas di lapangan.

“Ketika ada jukir nakal yang merugikan wisatawan atau pengguna jalan, kepercayaan publik menurun. Metode reward and punishment itu penting, supaya antarpetugas bisa saling mengingatkan,” ucapnya.

Respati menegaskan, juru parkir adalah wajah Kota Solo. Maka, mereka harus bekerja sesuai aturan agar tidak menimbulkan kesan negatif.

 “Kita lakukan evaluasi besar-besaran agar praktik perparkiran tertib dan adil. Kalau ada satu yang salah, dampaknya ke semuanya. Kota ini tempat kita bekerja dan hidup, jangan sampai kita menodai,” tandasnya. (ves/nik)

Editor : Niko auglandy
#jukir #pemkot solo