RADARSOLO.COM–Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo memasuki babak baru.
Tahun ini, Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi memperluas sasaran penerima manfaat.
Tidak hanya bagi siswa sekolah, tetapi juga menyasar kelompok rentan yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (Data 3B).
Langkah ini sekaligus menjadi strategi integrasi untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kota Bengawan melalui pemenuhan gizi yang tepat sasaran.
Integrasi Data 3B dan Intervensi Stunting
Wakil Satgas MBG Kota Solo Purwanti mengungkapkan, berdasarkan data terbaru, terdapat 22.374 orang di Solo yang masuk dalam kategori 3B.
Kelompok ini akan menjadi prioritas utama karena banyak di antaranya yang juga masuk dalam program intervensi stunting.
"Sasaran 3B yang di-cover MBG akan beririsan langsung dengan sasaran penanganan stunting. Untuk tahap awal, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendapatkan kuota 500 orang sasaran 3B," jelas Purwanti, Minggu (11/1/2026).
Efisiensi SPPG
Guna memaksimalkan kualitas pelayanan, BGN melakukan efisiensi pada kapasitas layanan setiap SPPG.
Jika sebelumnya setiap SPPG meng-cover 3.000 sasaran, kini diefisiensi menjadi 2.000 sasaran per SPPG.
Akibat efisiensi tersebut, target jumlah SPPG di Solo meningkat dari 65 unit menjadi 88 unit.
Hingga Januari 2026, sebanyak 38 SPPG sudah beroperasi secara penuh, sementara 4 unit lainnya dijadwalkan menyusul pada bulan ini.
Tenaga Pendidik Masuk Daftar Penerima
Selain kelompok 3B, BGN juga mengonfirmasi bahwa guru dan tenaga pendidik di sekolah penerima manfaat akan mendapatkan paket makan bergizi.
Namun, Satgas menekankan bahwa prioritas distribusi saat ini tetap fokus pada siswa dan kelompok ibu-anak.
Walikota Solo Respati Ardi menyatakan kesiapannya menjalankan instruksi khusus dari BGN untuk melakukan pendataan detail agar bantuan tepat sasaran.
"Saya mendapat tugas baru untuk memastikan pendataan 3B akurat. Keterlibatan Pemerintah Kota sangat krusial agar sasaran ibu hamil dan balita ini benar-benar mereka yang membutuhkan intervensi gizi," tegas Respati. (ves)
Editor : Tri wahyu Cahyono