RADARSOLO.COM – Polresta Solo menggelar rapat koordinasi (rakor) sektoral lintas instansi guna mematangkan strategi pengamanan arus mudik serta tiga hari besar keagamaan yang jatuh hampir bersamaan di Maret 2026. Sinergi antara Forkopimda, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan diperkuat untuk memastikan Kota Solo tetap kondusif di tengah lonjakan volume pemudik.
Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo menjelaskan bahwa fokus pengamanan kali ini mencakup rangkaian Hari Raya Nyepi pada 19 Maret, Paskah dimulai 29 Maret, dan puncaknya Hari Raya Idulfitri.
“Kami menyiapkan hampir 1.000 personel gabungan. Operasi Ketupat Candi 2026 sendiri akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 26 Maret,” ujar Catur, Selasa (3/3).
Guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, sejumlah posko strategis akan didirikan di simpul-simpul utama kota:
-
Pos Pelayanan (Posyan) di Benteng Vastenburg.
-
Pos Terpadu di Terminal Tirtonadi.
-
Pos Pengamanan (Pospam) di Kawasan Faroka dan Jurug.
-
Pos Pantau di Banyuanyar dan Tugu Mahkota.
“Kami memprediksi peningkatan volume kendaraan yang signifikan. Belajar dari libur panjang sebelumnya, Solo selalu padat. Namun, kami sudah menyiapkan rekayasa jalur agar tidak terjadi stuck atau kemacetan total,” tegas Kapolresta.
Terkait keamanan pemukiman, kepolisian mengimbau pemudik untuk melapor kepada Ketua RT sebelum meninggalkan rumah. Data rumah kosong tersebut akan menjadi rujukan bagi Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Linmas dalam melakukan patroli preventif.
“Kami tidak asal patroli, tapi berbasis data lokasi rumah yang ditinggal mudik. Koordinasi di tingkat lingkungan sangat penting,” imbuhnya.
Polresta Solo bersama MUI dan FKUB secara resmi mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar takbir keliling di ruas jalan utama. Langkah ini diambil demi menjaga kelancaran lalu lintas dan menghindari kerawanan gesekan antarwarga.
“Lebih baik memakmurkan masjid di kampung-kampung. Nuansa Lebarannya justru lebih terasa di sana daripada di jalan raya tapi masjidnya malah sepi,” kata Catur.
Di sisi lain, Wali Kota Solo, Respati Ardi, memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, mulai dari stabilitas harga bahan pokok hingga mitigasi cuaca ekstrem. Menariknya, Pemkot Solo juga membuka kantor kecamatan dan kelurahan sebagai tempat istirahat sementara bagi pemudik.
“Rumah singgah, tempat ibadah, hingga kantor kelurahan di Solo silakan dijadikan rest area bagi pemudik yang butuh istirahat. Selain itu, lapangan-lapangan terbuka akan kami siapkan untuk pelaksanaan Salat Id secara berjamaah,” pungkas Respati. (atn)
Editor : Kabun Triyatno