Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kunjungan Wisata Kampung Batik Kauman Menurun, Pelaku Usaha Harap Terobosan Baru

Alfida Nurcholisah • Senin, 23 Maret 2026 | 17:15 WIB

 

Kunjungan Wisata Kampung Batik Kauman Menurun, Pelaku Usaha Harap Terobosan Baru
Kunjungan Wisata Kampung Batik Kauman Menurun, Pelaku Usaha Harap Terobosan Baru

RADARSOLO.COM  – Kawasan Kampung Batik Kauman yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Solo, terpantau mengalami penurunan jumlah pengunjung pada momen Lebaran tahun ini.

Salah satu pelaku usaha sekaligus ketua paguyuban Kampung Batik Kauman, Gunawan, mengungkapkan bahwa kondisi kunjungan wisatawan tahun ini berbeda jauh dibandingkan tahun sebelumnya.

“Agak ramai, tapi beda banget dengan tahun lalu, turun separuh lebih. Mungkin karena kondisi ekonomi juga, dan liburnya tidak panjang,” ujarnya, Senin (23/3).

Menurutnya, penurunan ini tidak hanya terjadi di Kampung Batik Kauman, tetapi juga di sejumlah destinasi wisata lain di Kota Solo.

Baca Juga: Ramadan 2026, Kampung Batik Kauman Masih Sepi, Paguyuban Harap Ada Terobosan

“Kalau saya lihat, semua tempat wisata juga tidak seramai dulu. Solo juga tidak terlalu terlihat nuansa menyambut Lebaran, kecuali di sekitar Balai Kota saja,” tambahnya.

Gunawan menjelaskan, pada Lebaran tahun lalu jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan orang per hari.

Wisatawan biasanya datang untuk berfoto, berjalan-jalan, sekaligus berburu kuliner dan oleh-oleh batik. Namun, tahun ini jumlah tersebut menurun drastis.

“Sekarang paling hanya ratusan, itu pun kemarin pas hari Minggu saat puncak kunjungan. Hari ini Senin berkurang lagi,” ungkapnya.

Baca Juga: Kampung Batik Kauman Solo Jadi Magnet Wisatawan Luar Daerah, Ini Daya Tariknya

Ia juga menuturkan, tren belanja pengunjung turut berubah.

Produk yang paling laris justru kuliner dengan harga terjangkau, seperti es puter, es teh, dan kopi sachet, yang banyak dibeli untuk menemani aktivitas berjalan-jalan dan berfoto.

“Yang laku malah kuliner murah untuk teman jalan-jalan dan foto. Kalau produk lain agak menurun,” katanya.

Untuk menarik minat pembeli, sejumlah toko bahkan memberikan diskon besar. Namun, menurut Gunawan, daya beli masyarakat masih cenderung tertahan.

“Banyak toko sudah bikin paket diskon besar supaya laku. Tapi mungkin pembeli juga masih menahan diri untuk belanja,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan terobosan baru guna meningkatkan kembali kunjungan wisatawan ke Solo, khususnya di kawasan Kampung Batik Kauman.

“Semoga ada terobosan dari pemerintah untuk pelaku pariwisata, supaya wisatawan kembali ramai dan usaha bisa lebih hidup,” harapnya.

Sementara itu, kesan positif justru datang dari wisatawan mancanegara.

Baca Juga: Perkuat Solo sebagai Kota Batik Dunia: Kampung Wisata Batik Kauman Luncurkan Enam Showroom Bersama untuk Tingkatkan Daya Tarik dan Pemasaran

Seorang pengunjung asal Korea Selatan, Song Jae, mengaku terkesan dengan keunikan Kampung Batik Kauman.

“Kampung ini unik dan penuh warna. Ornamen budayanya terasa di gang-gang sempit, tapi justru estetik dan menarik untuk foto,” ujarnya.

Mahasiswa yang tengah menempuh studi Bahasa Indonesia di Universitas Indonesia itu membandingkan kawasan tersebut dengan destinasi serupa di negaranya.

“Di Korea juga ada tempat seperti ini, namanya Insadong. Tapi di sana lebih ramai dan bising. Kalau di Kauman ini vibes-nya lebih santai,” katanya.

Ia juga sangat terkesan dengan berbagai ornamen batik yang dihadirkan di setiap sudut jalan. “Ini seperti labirin dengan berbagai keindahan,” pungkasnya.(alf)

Editor : Nur Pramudito
#libur Lebaran 2026 #solo #kampung batik kauman #wisata