Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPC Gerindra Sragen Dukung Perombakan Struktur BGN, Ini Harapannya

Ahmad Khairudin
Penulis: Ahmad Khairudin❯
Ketua DPC Partai Gerindra Sragen Wahyu Dwi Setyaningrum. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Ketua DPC Partai Gerindra Sragen Wahyu Dwi Setyaningrum. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

Advertisement

 

RADARSOLO.COM – Gerbong kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) resmi bergeser. Langkah cepat Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana.

Nanik Sudaryati Deyang didapuk sebagai Kepala BGN yang baru memantik respons positif di daerah. Salah satunya dari jajaran DPC Partai Gerindra Sragen.

Advertisement

​Kader berlambang kepala burung Garuda di Bumi Sukowati itu menyatakan all out mengawal keputusan sang Presiden.

Pergantian tersebut dinilai sebagai langkah taktis dan strategis demi mengakselerasi program makan bergizi gratis (MBG) salah satu program mercusuar pemerintah saat ini.

Advertisement

Ketua DPC Partai Gerindra Sragen Wahyu Dwi Setyaningrum menjelaskan, reposisi jabatan ini merupakan bagian penting dari evaluasi performa demi mendongkrak efektivitas program di lapangan.

”Kami di Sragen mendukung penuh dan mengapresiasi langkah tegas Presiden. Semoga nakhoda baru ini membuat program pemenuhan gizi masyarakat semakin optimal dan langsung menyentuh akar rumput,” ujar Wahyu, Rabu (3/6/2026).

​Perempuan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sragen ini menambahkan, perombakan kabinet maupun pimpinan lembaga negara merupakan hak prerogatif absolut seorang presiden. Dia memastikan seluruh kader di daerah tegak lurus mengamankan kebijakan pusat.

”Presiden paling tahu kebutuhan timnya untuk mengeksekusi visi-misi pemerintah. Tugas kami di daerah adalah memastikan kebijakan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat ini sukses tanpa celah,” tegasnya.

Menurutnya, sinyal perombakan ini juga mematik asa baru bagi warga Sragen. Joko, warga Kecamatan Karangmalang mengaku tidak mempermasalahkan siapa pun yang duduk di kursi pembuat kebijakan, asalkan dampaknya konkret ke masyarakat.

Advertisement

Artikel Terkait

DPRD Sragen Sebut Ada Dilema Pengisian 349 Kursi Perangkat Desa yang Kosong

DPRD Sragen Sebut Ada Dilema Pengisian 349 Kursi Perangkat Desa yang Kosong

Komisi 1 DPRD Sragen mengakui adanya dilema besar dalam pengisian 349 kursi perangkat desa di Sragen yang masih kosong.

349 Kursi Perangkat Desa di Sragen Kosong, Ini Kendala yang Dihadapi Pemkab

349 Kursi Perangkat Desa di Sragen Kosong, Ini Kendala yang Dihadapi Pemkab

Pengisian 349 posisi perangkat desa di Sragen terganjal aturan. Kekosongan itu tersebar di 196 desa.

Buruh di Sragen Dibegal Lima Pemuda secara Sadis, Kepala Diinjak dan Dagu Disayat Karambit

Buruh di Sragen Dibegal Lima Pemuda secara Sadis, Kepala Diinjak dan Dagu Disayat Karambit

Sadis, lima pemuda di Sukodono membegal buruh pabrik. Ada luka sayat hingga kepala diinjak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer