Ketua Komisi IV DPRD Sragen Sugiyamto mengaku mendengar keluhan langsung dari para siswa yang lulus terkait acara wisuda sekolah. Menurutnya, acara tersebut tidak penting dan justru memberatkan.
”Banyak keluhan terkait acara wisuda, tahu sendiri keluhan siswanya. Belum lagi dari orang tuanya. Tahun depan harus dievaluasi,” ujarnya, Selasa (20/6/2023).
Dia sudah melakukan komunikasi dengan siswa yang wisuda. Khusus siswa putri, untuk make up saja ada yang harus keluar biaya Rp 150-200 ribu. Belum anggaran lainnya yang harus dikeluarkan. Padahal mereka harus menghadapi kepentingan yang lebih besar. Yakni mencari sekolah lanjutan yang saat ini tidak mudah.
Sugiyamto meyakini acara wisuda ini adalah ide dari sekolah. Lalu ditawarkan ke orang tua siswa atau wali murid. Ketika itu ada desakan, banyak dari wali murid tidak bisa menolak. Akhirnya sewa gedung, katering dan sebagainya. Padahal di sekolah masing-masing sudah ada aula yang bisa dimanfaatkan.
”Memang nggak penting acara wisuda untuk siswa sekolah. Apalagi tingkat TK, SD, SMP, dan SMA. Lulusan dulu selama terima ijazah ya sudah, mereka menyiapkan untuk jenjang berikutnya,” bebernya.
Pihaknya akan memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen dalam waktu dekat untuk menjelaskan situasi yang banyak dikeluhkan wali murid dan siswa terkait wisuda.
”Sekarang sudah banyak yang menggelar, perlu dievaluasi. Dinas akan kami panggil,” tandasnya. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram