Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pedagang Sayur di Sragen Kena Prank Petugas MBG

Ahmad Khairudin • Rabu, 14 Januari 2026 | 19:16 WIB
Pedagang cabai di Pasar Bunder Sragen layani pembeli. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Pedagang cabai di Pasar Bunder Sragen layani pembeli. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Program makan bergizi gratis (MBG) kembali menuai persoalan.

Kali ini, sejumlah pedagang sayur di Pasar Bunder Sragen mengeluhkan pesanan sayuran yang dibatalkan sepihak oleh pihak yang diduga terkait dapur MBG.

Akibatnya, pedagang mengalami kerugian karena telah menahan stok sesuai pesanan. Persoalan ini bahkan berujung keributan hingga dibawa ke kepolisian.

Salah seorang pedagang Tri Wulandari menyebut, kejadian serupa dialami lebih dari satu pedagang.

Menurutnya, pemesan diduga menghubungi banyak lapak, namun akhirnya pesanan tidak diambil.

“Pesan ke banyak pedagang, tapi nggak diambil,” ujar Tri, Selasa (13/1/2026).

Keributan yang terjadi di pasar akhirnya ditangani aparat kepolisian dan para pihak dipanggil ke Reskrim Polres Sragen untuk dimintai keterangan.

Pedagang lain, Kartini, mengaku menerima pesanan buncis 10 kilogram dari seseorang pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 10.00. Ia pun menyiapkan barang sesuai permintaan.

“Dipeseni buncis 10 kilo. Saya siapkan karena yakin diambil,” tuturnya.

Masalah muncul saat Kartini mencoba mengonfirmasi pengambilan barang.

Nomor pemesan justru menolak bertanggung jawab dan mengarahkan Kartini untuk menghubungi nomor lain.

“Katanya jangan hubungi saya, hubungi temannya, namanya Dini,” jelas Kartini.

Baca Juga: Sarasehan Budaya Refleksi Perjanjian Giyanti di Jantiharjo Karanganyar

Namun saat dihubungi, orang bernama Dini justru membantah pernah memesan buncis tersebut.

“Dini bilang tidak pesan apa-apa. Lah ini disuruh hubungi kamu, katanya temenmu,” ujarnya kesal.

Kartini mengaku kecewa karena stok buncis yang disiapkan tidak bisa langsung dijual ke pelanggan lain. Jika sejak awal pembatalan disampaikan, ia tidak perlu menahan barang.

“Kalau tahu nggak jadi diambil, ya saya jual seperti biasa. Ini malah bikin rugi waktu dan kesempatan jualan,” keluhnya.

Sementara itu, Lurah Pasar Bunder Sragen Sugino mengatakan, kasus dugaan pembatalan pesanan oleh petugas survei MBG tersebut telah diselesaikan secara damai setelah dilakukan klarifikasi di Mapolres Sragen.

“Kedua belah pihak sudah bertemu dan saling memaafkan. Masalahnya sudah klir,” kata Sugino usai dimintai keterangan polisi.

Sugino mengakui insiden dipicu kesalahpahaman dalam proses survei dan pemesanan yang dilakukan petugas dari salah satu dapur MBG.

Saat itu, petugas disebut tengah melakukan survei harga, ketersediaan barang, sekaligus pemesanan.

“Intinya ada barang yang dipesan, tapi akhirnya tidak jadi dibeli atau diambil. Namun barang tersebut memang tidak dibawa oleh petugas,” jelasnya.

Meski tidak ada kerugian materiil berupa uang atau kehilangan barang, Sugino mengakui pedagang dirugikan dari sisi waktu dan peluang penjualan.

“Nilai rupiahnya memang tidak ada, tapi pedagang kecewa karena barangnya ditahan untuk orderan, padahal bisa dijual ke pembeli lain,” ujarnya.

Menurut Sugino, hingga kini laporan resmi baru diterima dari satu pedagang.

Namun ia tidak menutup kemungkinan ada pedagang lain yang mengalami hal serupa namun memilih tidak melapor.

Baca Juga: Rusak Parah, Jalan di Tanon Sragen Ini Berubah Jadi Sawah

Terkait identitas dua petugas perempuan yang diduga terlibat, Sugino menyebut keduanya bukan warga asli Sragen.

Meski beredar kabar berasal dari Cikarang, pihak pasar belum dapat memastikan karena tidak memeriksa identitas kependudukan.

“Kami tidak sampai cek KTP. Jadi asal pastinya belum bisa dipastikan,” ujarnya. (din/bun)

 

 

Editor : Adi Pras
#Mbg #sragen #Makan Bergizi Gratis #Pasar Bunder Sragen #pedagang