RADARSOLO.COM – Pemandangan menyejukkan terlihat di Alun-Alun Sasono Langen Putro, Jumat (27/2/2026) sore.
Ribuan pasang mata menyaksikan momen langka, perwakilan dari 17 perguruan pencak silat duduk satu meja dan berbaris satu komando dalam Apel Siaga Kamtibmas menyambut Ramadhan 1447 H.
Tak ada aroma persaingan, yang ada hanyalah komitmen kolektif menjaga Bumi Sukowati tetap adem.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari yang memimpin langsung apel tersebut menegaskan bahwa pelibatan organisasi pencak silat bukan sekadar seremoni.
Di Sragen, kekuatan akar rumput dari para pesilat adalah kunci stabilitas.
"Stabilitas keamanan ini tidak bisa hanya dipikul pundak Polri sendirian. Sinergi antara TNI-Polri, Pemerintah Daerah, dan kawan-kawan dari 17 perguruan silat adalah fondasi utama agar ibadah masyarakat tidak terusik," tegas Dewiana di hadapan Bupati Sragen Sigit Pamungkas dan jajaran Forkompimda.
Jika biasanya gesekan antar-oknum perguruan sering menjadi momok, kali ini Polres Sragen membalik narasi tersebut.
Para pendekar justru diposisikan sebagai "Duta Kamtibmas".
Mereka diminta berperan aktif melakukan deteksi dini dan pendekatan persuasif di wilayah masing - masing guna mencegah munculnya potensi intoleransi maupun konflik sosial.
Kapolres mengingatkan, perubahan ritme sosial selama bulan puasa, mulai dari aktivitas ngabuburit hingga sahur kerap memicu dinamika kerawanan.
Mulai dari balap liar, knalpot brong, hingga gangguan ketertiban lainnya.
Di sinilah peran perguruan silat diuji untuk ikut meredam gejolak di level pemuda.
Selain penguatan personel di jalanan, Polres Sragen juga bergerak di balik layar.
Satgas khusus bentukan kapolres telah bergerak menyisir peredaran petasan berdaya ledak tinggi yang kerap menghantui kenyamanan warga saat tarawih.
"Sejumlah barang bukti sudah kami amankan sebelum sempat beredar luas. Kami minta pedagang kooperatif. Jangan korbankan keselamatan demi keuntungan sesaat," imbuh Kapolres.
Dengan barisan yang rapat antara aparat keamanan dan kekuatan ormas serta perguruan silat, Sragen optimistis bisa menjalankan ibadah Ramadhan 1447 H dengan atmosfer yang lebih religius, aman, dan tanpa gangguan berarti. (din/adi)
Editor : Adi Pras