Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Alpukat Bisa Jadi Ikon Baru Kabupaten Sukoharjo, Begini Strateginya

Iwan Kawul • Jumat, 6 September 2024 | 02:52 WIB

 

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno di lahan alpukat di Desa/Kecamatan  Polokarto.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno di lahan alpukat di Desa/Kecamatan  Polokarto.

RADARSOLO.COM– Komiditas alpukat digadang-gadang menjadi ikon baru Kabupaten Sukoharjo. Setelah penanaman puluhan ribu batang pohon alpukat di sejumlah desa di Kecamatan Polokarto. Kini, beberapa di antaranya sudah berbuah dan akan memasuki masa panen.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, selama ini jarang ditemui budi daya alpukat di Kota Makmur. Bahkan, banyak pihak yang pesimistis alpukat tumbuh subur.

Namun anggapan tersebut kini terpatahkan. Alpukat yang ditanam di Polokarto mulai menunjukan prospek menggembirakan.

“Nanti ke depan, Kecamatan Polokarto akan menjadi sentra alpukat di Sukoharjo. Saat ini ada 25 ribu batang yang sudah ditanam di sembilan desa,” kata Bagas, kemarin (5/9).

Bagas menambahkan, budi daya alpukat ini merupakan sinergitas antara BUMN yakni PT PLN (Persero), pihak swasta, dan pemerintah. Alpukat ditanam di lahan kas desa yang kurang produktif.

“Saat ini sudah berusia 1,5 tahun. Sudah mulai berbunga,” imbuhnya.

Menurut Bagas, alpukat merupakan satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain itu, serapan di pasaran cukup besar.

“Kami akan mendorong supaya alpukat menjadi salah satu ikon baru di Sukoharjo,” bebernya.

Sementara itu, Camat Polokarto Hery Mulyadi mengapresiasi rencana alpukat menjadi ikon baru di Sukoharjo. Mengingat ada sekitar 22 hektare lahan di Polokarto yang ditanami alpukat.

“Tanaman alpukat tersebar di Desa Polokarto, Genengsari, Jatisobo, Rejosari, Kemasan, Pranan, Karangwuni, Bakalan, dan Kayuapak,” ujar Hery.

Masing-masing desa, lanjut Hery, ada 2 hektare lahan yang ditanami alpukat. Kecuali di Desa Polokarto, luasan lahan alpukat di sana mencapai 6 hektare.

“Ditanam di tanah kas desa yang kurang produktif. Daripada disewakan, mendingan ditanami alpukat. Saat ini sudah mulai berbunga,” paparnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#komoditas alpukat di sukoharjo #polokarto sentra alpukat di sukoharjo #budi daya alpukat di sukoharjo