RADARSOLO.COM – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulur, Kecamatan Bendosari, terus memperkuat Desa Wisata Mulur Tirta Amerta melalui pengembangan Paket Field Study Community berbasis zero waste tourism. Paket edukatif ini dirancang untuk memperkenalkan penerapan ekonomi sirkular, pengelolaan lingkungan, sekaligus memberdayakan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Direktur BUMDes Mulur, Adi Prihananto, menjelaskan bahwa program ini mulai dikembangkan secara intensif dalam dua tahun terakhir dan telah mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Peserta yang mengikuti paket edukasi tersebut berasal dari masyarakat umum, instansi pemerintah, komunitas lingkungan, pelajar hingga mahasiswa.
Menurut Adi, konsep field study tidak hanya menawarkan kunjungan wisata semata, tetapi juga menghadirkan proses pembelajaran partisipatif. Peserta diajak mengikuti sejumlah kelas praktik terkait pengelolaan sampah yang dikaitkan langsung dengan potensi ekonomi di tingkat desa.
Pada materi pengolahan sampah anorganik, peserta diperkenalkan pada manajemen bank sampah, pembuatan suvenir berbahan daur ulang, hingga proses pembuatan ecobrick. Sementara pada sampah organik, kelas yang diberikan meliputi teknik ecoprint, pembuatan kompos, dan budi daya maggot skala rumah tangga yang dinilai efektif sebagai solusi limbah organik sekaligus peluang ekonomi keluarga.
Tidak hanya mengikuti kelas praktik, peserta juga diajak meninjau langsung Mulur Recycle Center, fasilitas daur ulang desa yang mampu mengolah hingga 100 ton sampah per bulan. Lokasi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian edukasi ekonomi sirkular, menunjukkan bagaimana pengelolaan sampah dilakukan dari hulu hingga ke hilir.
Adi menegaskan, pengembangan paket ini bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan, sembari membuka peluang usaha berbasis lingkungan di desa.
“Melalui konsep zero waste tourism, kami ingin menjadikan Desa Mulur sebagai ruang belajar terbuka, di mana kegiatan wisata tidak hanya menyenangkan tetapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman yang didapat peserta bisa menjadi referensi implementasi pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat di daerah masing-masing. Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, Paket Field Study Community Zero Waste Tourism Desa Mulur dinilai berpotensi menjadi model pengembangan wisata lingkungan berbasis desa. (kwl/nik)
Editor : fery ardi susanto