RADARSOLO.COM – Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertanikan) Sukoharjo ogah bantuan alat dan pertanian (alsintan) hanya jadi pajangan. Maka kelompok tani yang ada, dibekali pelatihan menjadi operator rotavator.
Kepala Dispertanikan Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, pelatihan ini sesuai instruksi Bupati Sukoharjo Etik Suryani. Setiap penerima bantuan harus mampu mengoperasikan, sekaligus merawat dan memelihara alsintan.
“Bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian (Kementan) harus betul-betul tepat guna. Karena itu kami pastikan kelompok tani penerima, memiliki operator yang paham cara mengoperasikan, merawat, dan menjaga agar berfungsi maksimal,” jelas Bagas.
Pelatihan dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tawangsari, dengan menghadirkan pelatih langsung dari suplyer barang. Materi pelatihan diberikan lengkap, mulai dari teori hingga praktik di lapangan.
Bagas menegaskan, seluruh peserta wajib mengikuti praktik pengoperasian rotavator. Sekira 30 peserta yang mengikuti pelatihan tidak hanya dibekali pengetahuan teknis, tetapi juga pemahaman dasar perawatan dan pemeliharaan alat.
“Kami wajibkan semua peserta untuk praktik. Tidak hanya melihat, tapi benar-benar mencoba mengoperasikan alat,” tegasnya.
Menariknya, pelatihan ini secara khusus menyasar petani milenial. Setiap kelompok tani penerima bantuan diminta mengirimkan dua orang calon operator, dengan prioritas anak-anak muda.
“Kami utamakan operator dari anak-anak muda. Harapannya mereka bisa menjadi motor penggerak pemanfaatan alat pertanian modern di kelompok tani masing-masing,” jelas Bagas.
Melalui pelatihan ini, dispertanikan berharap seluruh kelompok tani penerima bantuan memiliki sumber daya manusia (SDM) andal. Sehingga rotavator tidak hanya digunakan sesaat, tetapi dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung produktivitas pertanian. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto