Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Umat Katolik Berbagi Takjil di Masjid Baiturahman, Toleransi di Sukoharjo Kian Hangat

Iwan Kawul • Kamis, 5 Maret 2026 | 09:23 WIB

Umat Katolik Berbagi Takjil di Masjid Baiturahman, Toleransi di Sukoharjo Kian Hangat
Umat Katolik Berbagi Takjil di Masjid Baiturahman, Toleransi di Sukoharjo Kian Hangat

RADARSOLO.COM - Indahnya toleransi kembali terlihat di Kota Makmur.

Rabu (4/3) sore, puluhan umat Katolik dari Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Sukoharjo mendatangi Masjid Baiturahman Sukoharjo untuk berbagi takjil kepada umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Kegiatan tersebut diikuti anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) dan Orang Muda Katolik (OMK).

Mereka dipimpin langsung oleh Romo Petrus Dwi Purnomo Adi, Pr. Menjelang waktu berbuka puasa, para umat Katolik tampak berjalan kaki dari Gereja ke Masjid yang jaraknya sekitar 100 meter.

Rombongan lalu disambut Takmir Masjid dan sejumlah pengurus masjid bersama remaja masjid.

Romo Petrus Dwi Purnomo Adi mengatakan, kegiatan tersebut bukanlah hal baru.

Tradisi berbagi takjil saat Ramadan sudah lama dilakukan oleh Paroki Hati Kudus Yesus sebagai bentuk persaudaraan lintas iman di Sukoharjo.

“Kegiatan sore ini, kami melanjutkan tradisi baik di gereja kami bersama umat Islam, khususnya di Sukoharjo, lebih tepatnya di Masjid Baiturahman. Setiap ibadah puasa, sejak dulu, dari romo-romo terdahulu juga selalu membuat kegiatan berbagi takjil bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberlanjutan tradisi ini menjadi simbol bahwa persaudaraan dan semangat toleransi harus terus dirawat dari generasi ke generasi.

“Kami percaya dengan melanjutkan tradisi baik ini, rahmat persaudaraan, silaturahmi, dan juga semangat toleransi akan selalu terjaga dengan baik,” tambahnya.

Sambutan hangat datang dari Ketua Takmir Masjid Baiturahman Sukoharjo, Choirul Anwar.

Ia mengaku sangat senang dan mengapresiasi partisipasi umat Katolik dalam kegiatan Ramadan di masjidnya.

“Saya merasa senang sekali karena ada umat lain yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan Ramadan kita ini. Saya sangat mengapresiasi sekali,” katanya.

Menurutnya, kebersamaan semacam ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk saling mendukung dalam kebaikan.

Ia berharap tradisi ini terus berlanjut tanpa batas waktu.

“Ya tetap kita jalin sampai kapanpun, sampai kiamat,” ungkapnya.

Suasana sore itu pun terasa hangat dan penuh keakraban. Umat Katolik dan umat Islam tampak berbaur, bercengkerama, dan saling menyapa.

Tak hanya sekadar berbagi makanan berbuka, kegiatan tersebut menjadi simbol kuat bahwa Sukoharjo adalah rumah bersama yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama. (kwl)

Editor : Nur Pramudito
#umat katolik #takjil #sukoharjo #masjid baiturahman