RADARSOLO.COM – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukoharjo menyatakan dukungannya terhadap Sanggar Inklusi, yang menjadi salah satu program prioritas bupati dan wkil bupati.
Dukungan tersebut diwujudkan dengan mendorong berbagai pelatihan lintas dinas, untuk memperkuat ekosistem pendampingan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) beserta keluarganya.
Ketua DPD PKS Sukoharjo Tito Setiyo Nugroho mengatakan, Sanggar Inklusi merupakan program penting yang menjadi perhatian khusus pemerintah daerah.
Karena dinilai memiliki dampak besar bagi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki ABK.
“Sanggar Inklusi ini merupakan salah satu program titik tekan bupati, yang tidak dimiliki oleh kabupaten atau kota lain. Karena itu kami ikut mendorong agar program ini berjalan maksimal,” kata Tito, Sabtu (7/3).
Menurutnya, melalui kegiatan serap aspirasi, PKS mengarahkan berbagai program pelatihan dengan menggandeng sejumlah dinas di lingkungan Pemkab Sukoharjo, agar dapat mendukung keberadaan Sanggar Inklusi.
Salah satunya melalui dinas pendidikan, dengan pelatihan bagi guru terkait deteksi dini anak berkebutuhan khusus.
Pelatihan tersebut bertujuan agar para guru mampu mengenali karakter serta kebutuhan anak sejak awal sehingga dapat memberikan penanganan yang tepat.
“Selama ini tidak semua guru memahami kondisi anak berkebutuhan khusus. Kadang anak dianggap nakal atau sulit diatur, padahal sebenarnya mereka memiliki potensi yang berbeda dan perlu pendekatan yang tepat,” jelasnya.
Selain itu, PKS juga bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB), untuk memberikan pelatihan kepada para orang tua yang memiliki ABK di Sanggar Inklusi.
Kegiatan tersebut berupa asesmen psikologi dan penguatan mental bagi para orang tua.
Menurut Tito, pendampingan terhadap orang tua sangat penting karena membesarkan anak berkebutuhan khusus membutuhkan kesiapan mental dan pengetahuan yang cukup.
“Harapannya para orang tua memiliki kekuatan mental serta pemahaman yang lebih baik dalam mendampingi anak-anak mereka,” katanya.
Dukungan lain juga diberikan melalui pelatihan manajemen koperasi bersama Dinas Koperasi yang diikuti sejumlah koperasi dan BMT.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat pengelolaan ekonomi masyarakat, termasuk keluarga yang terlibat dalam komunitas Sanggar Inklusi.
Sementara itu, melalui Dinas Pertanian digelar pelatihan digital marketing bagi para petani agar mampu memasarkan produk pertanian secara lebih luas.
Tito menilai kemampuan pemasaran digital dapat membantu petani meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
“Selama ini petani banyak menjual hasil panennya secara langsung dalam bentuk mentah. Dengan digital marketing, produk bisa diolah dan dipasarkan lebih luas sehingga nilai ekonominya meningkat,” ujarnya.
Selain itu, pelatihan juga dilakukan bersama Dinas Kesehatan bagi tenaga kesehatan seperti bidan dan perawat terkait penanganan tumbuh kembang anak, sehingga layanan kesehatan bagi anak-anak, termasuk ABK, dapat semakin optimal.
Tito menegaskan, seluruh kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung keberlanjutan program Sanggar Inklusi di Sukoharjo agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto