Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pesona Alam Jadi Daya Tarik Desa Burikan

Angga Purenda
Penulis: Angga Purenda❯
MENYEGARKAN MATA: Jalan pertanian dengan pemandangan alam indah di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten.
MENYEGARKAN MATA: Jalan pertanian dengan pemandangan alam indah di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten.

RADARKLATEN - Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten letaknya berbatasan dengan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).


Advertisement

Lokasi ini ternyata menyimpan potensi alam yang indah. Keindahan alam berupa area persawahan dan bukit-bukit hijau.

Hamparan sawah yang sangat luas terbentang dari pinggir kampung, hingga batas tanggul sungai. Saat kemarau tiba, sawah ditanami jenis tanaman palawija seperti kedelai. Ketika musim hujan tiba beralih ditanami padi.

Kawasan sawah tersebut kerap menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah untuk mendatanginya.

Advertisement

Mereka terpikat dengan keindahan sawah ketika padi mulai menghijau. Terlebih lagi dipadukan dengan panorama perbukitan seribu di kejauhan yang menyegarkan mata.

Pemandangan di area persawahan Desa Burikan, semakin indah dengan jalan setapak cor lurus yang membelah pada bagian tengah. Sedangkan pada ujung yang mengarah ke perbukitan.

Jalan pertanian itu beruapa jalan lurus dan memanjang dari ujung kampung hingga ujung sungai.

Advertisement

Pada pertengahan Desember saat Jawa Pos Radar Solo mendatangi lokasi, para petani baru mulai menyiapkan lahan. Mereka mulai menanam padi di sawah.

Diperkirakan dalam waktu dua bulan kedepan, area persawahan itu akan menyuguhkan pemandangan hamparan padi yang menghijau dengan catatan tidak terdampak banjir saat musim hujan.

“Memang saat pagi dan sore banyak orang yang berdatangan ke area persawahan untuk jogging, maupun menikmati panorama alam di lokasi ini. Terutama saat akhir pekan,” Kepala Desa Burikan Surata kepada Jawa Pos Radar Solo, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Surata menjelaskan, jalan yang dicor itu merupakan jalan usaha pertanian, sekaligus jalur evakuasi.

Hal itu karena tanggul sungai di sebelah ujung dari jalan tersebut kerap kali jebol saat musim hujan tiba.

Sementara itu, salah satu warga setempat, Febri, 24, menjelaskan, kawasan di Desa Burikan tersebut sering kali disebut dengan istilah Kulonprogone Klaten.

Mengingat panorama alam yang disuguhkan mirip dengan area persawahan di Kulonprogo, DIJ yang dikenal Instagramable.

“Banyak orang dari jauh-jauh datang untuk bersepeda maupun jalan-jalan menikmati pemandangan alam. Dulu juga ada pernah warga yang menyewakan skuter listrik. Tapi sekarang sudah tidak ada,” ucap Febri.

Lebih lanjut, Febri menjelaskan, momen yang menarik untuk diabadikan saat tanaman padi mulai menghijau. Ditambah latar belakang barisan perbukitan seribu di Gunungkidul yang nampak jelas dari Desa Burikan. (ren/nik)

Advertisement

Artikel Terkait

Beraksi hingga 9 Kali, Polres Boyolali Ringkus 2 Pelaku Curanmor

Beraksi hingga 9 Kali, Polres Boyolali Ringkus 2 Pelaku Curanmor

Penangkapan kedua pelaku diawali dari laporan warga yang kehilangan sepeda motor Suzuki Nex nomor polisi AD 5545 AWD di area persawahan Dukuh Barengan, Desa Salakan, Kecamatan Teras, Boyolali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer