RADARSOLO.COM-Munculnya bekas-bekas Betal Lama efek surutnya Waduk Gajah Mungkur (WGM) di wilayah Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri adalah fenomena di setiap musim kemarau.
Namun, sejumlah titik bekas betal lama kini sulit ditemukan.
Radarsolo.com berkesempatan mengunjungi Betal Lama, Kamis (10/10/2024).
Tak sendiri, radarsolo.com dipandu Wibowo Sajarwo warga setempat.
Perjalanan dari Kantor Kecamatan Nguntorinadi menuju Betal Lama tak memakan waktu lama.
Yang lebih lama adalah proses mencari lokasi bekas-bekas Betal Lama.
"Area ini kalau kata orang tua, dulunya Pasar Betal Lama. Sudah masuk area pasar ini," ujar Wibowo di sebuah lokasi.
Namun, puing-puing bangunan lawas belum nampak.
Semak-semak berduri tumbuh di sana-sini, menghalangi pandangan dan jalan yang dilewati.
Beberapa kali radarsolo.com bersama Wibowo menerobos semak-semak berduri dengan jalur setapak.
Tapi hasilnya nihil. Belum ditemukan bekas bangunan.
Hingga akhirnya, kali kesekian menerobos semak, tampak tanda bekas fondasi di balik semak-semak. Dan benar, terlihat sejumlah puing era Betal Lama.
Baca Juga: Pasutri asal Demak Curi Tiga Ponsel di SPBU Prambanan, Dibekuk Polres Klaten usai Terekam CCTV
Dua sumur tua ditemukan. Lokasi dua sunur itu juga berdekatan.
Meski demikian, semak-semak menutup area tersebut.
"Dulu ramai. Banyak yang jalan-jalan ke sini. Itu sebelum banyak klampis ini," kata Wibowo.
Pria yang akrab disapa Bowo itu juga masih ingat, ketika tahun 90-an, di area itu masih banyak puing-puing sisa bangunan era Betal Lama. Area sekitarnya berupa padang rumput yang menghijau.
"Tapi sekarang sudah beda. Mungkin karena semak ini. Sedimen juga mungkin," beber Bowo.
Menurut dia, sudah 3 bulan ini sejumlah bekas bangunan Betal Lama mulai nampak.
Namun, area itu cenderung lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Tahun lalu masih ada beberapa event yang digelar di sini. Ada senam ibu-ibu dan event lain. Tapi tahun ini nggak ada," ungkap dia.
Berpindah lokasi, masih ada sisa bangunan yang mudah ditemukan.
Salah satunya adalah jembatan kereta lama. Sisa jembatan itu cenderung masih kokoh.
Terpisah, Camat Nguntoronadi Endrijo Rahardjo mengakui, kali ini, untuk menemukan bekas Pasar Betal Lama lebih sulit dibandingkan sebelumnya.
Meski demikian, masih ada sejumlah titik Betal Lama yang masih bisa ditemukan dengan mudah.
"Untuk area pasar, stasiun dan makam di sebelah timur, agak sulit ditemukan,” ujar Endrijo.
“Tapi kalau yang sebelah barat seperti bekas kantor polsek, bekas kecamatan, itu masih kelihatan," pungkasnya. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono