RADARSOLO.COM - Kematian DRP (9), santri pondok pesantren di Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, Wonogiri memicu tanda tanya besar.
Menyusul keterangan pihak keluarga bahwa selama ini DRP tidak memiliki riwayat penyakit.
Hal tersebut diungkapkan Kasatreskrim Polres Wonogiri Iptu Agung Sadewo.
Hasil penyelidikan sementara polisi, pihak keluarga menegaskan bahwa DRP tidak ada riwayat penyakit.
"Tidak ada riwayat sakit apapun," kata kasatrekrim, Selasa (17/2/2026).
Bukan hanya itu, saat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, Sabtu (14/2/2026), bagian mulut DRP berbusa dan ada sedikit mengeluarkan darah.
Keluarga yang menyaksikan jenazah DRP juga dibuat heran karena disebutkan keluar darah dari hidungnya.
Kondisi tersebut diinformasikan kepada ayah DRP yang merantau ke luar kota.
Adapun jenazah DRP sudah dimakamkan sebelum sang ayah tiba di rumah duka.
Salah satu warga Desa Geneng yang enggan disebut namanya mengaku mendengar soal kabar kematian DRP yang dianggap tak wajar.
"Ada kabar itu keluar darah dari hidungnya," ujar sumber tersebut Selasa (17/2/2026).
Saat ini polisi telah memeriksa 10 orang saksi. Termasuk mencatat kejanggalan soal kondisi jasad DRP.
Sementara itu, hingga Selasa siang, polisi masih melakukan ekshumasi makam DRP.
Sejumlah warga yang penasaran menyaksikan ekshumasi yang dilakukan oleh kepolisian dari kejauhan.
Menghindari mereka yang tidak berkepentingan mendekat ke makam, garis polisi dibentangkan di sekitar lokasi.
"Ini baru saja mas. Baru mau mulai ini," ujar salah satu warga yang ada di lokasi makam. (al/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono