Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kemenag Wonogiri: Anak yang Meninggal di Bulukerto Bukan Santri, tapi Siswa SD Nurul Falah

Iwan Adi Luhung • Rabu, 18 Februari 2026 | 13:52 WIB
Proses ekshumasi makan santri ponpes di Desa Geneng, Bulukerto, Wonogiri, Selasa (17/2/2026).
Proses ekshumasi makan santri ponpes di Desa Geneng, Bulukerto, Wonogiri, Selasa (17/2/2026).

RADARSOLO.COM - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri memastikan DRP (11), sebelumnya ditulis berusia 9 tahun, bukanlah santri pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Bulukerto.

Meski demikian, Kemenag Wonogiri tetap menerjunkan tim untuk mencari informasi terkait meninggalnya DRP.

Kepala Kantor Kemenag Wonogiri Hariyadi menjelaskan, DRP bukanlah santri ponpes.

Melainkan siswa SD milik yayasan yang juga memiliki ponpes.

"Setelah kita cek, itu bukan santri. Itu siswa SD milik yayasan. Kebetulan yayasannya punya ponpes dan punya SD," ujar Hariyadi, Rabu (18/2/2026).

Yayasan tersebut adalah Yayasan Nurul Falah. Sementara DRP bersekolah di SD Nurul Falah. Hingga Rabu siang, tim dari Kemenag Wonogiri masih dalam perjalanan menuju Bulukerto.

"Kita cek seperti itu, sesuai dengan pengakuan (pengelola) ponpesnya. Meski demikian, hari ini kami terjunkan tim juga untuk ke lokasi," kata Hariyadi.

Sementara itu, hingga berita ini masuk meja redaksi, Ketua Yayasan Nurul Falah Sidi belum merespon konfirmasi yang dikirimkan radarsolo.jawapos.com lewat pesan WhatsApp (WA).

Diketahui, ekshumasi atau pembongkaran makam DRP, yang meninggal Sabtu (14/2/2026) telah selesai dilakukan pada Selasa (17/2/2026) sore.

Kasatreskrim Polres Wonogiri Iptu Agung Sedewo mengatakan, pihaknya masih menunggu terkait hasil ekshumasi dari Bid Dokes Polda Jateng.

Meski demikian, saat disinggung soal dugaan penyebab kematian, Agung buka suara.

Baca Juga: Dorong Glowingisasi Religi, Legislator PKS Usul Pembangunan Masjid di Kompleks Pemda Terpadu Sragen

"Kalau dugaan, ada dugaan korban mengalami kekerasan fisik," kata dia.

Meski demikian, Agung belum bisa memaparkan bagian mana saja dari tubuh korban yang mengalami kekerasan fisik. Sebab, itu adalah bagian dari penyelidikan.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya adalah seragam DRP.

"Kurang lebih ada 10 orang saksi yang kita periksa. Kita terbuka, nanti saat ada perkembangan kita update ke teman-teman," pungkas Agung. (al)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#bulukerto #meninggal dunia #santri bulukerto wonogiri meninggal #sd nurul falah #kekerasan #kemenag wonogiri #Polres Wonogiri #siswa