Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Terjadi Lagi Penganiayaan yang Diduga dilakukan Anggota Perguruan Silat di Boyolali, Pengurus: Sedang Kami Cari Pelakunya

Ragil Listiyo • Selasa, 6 Agustus 2024 | 23:34 WIB
Tangkapan layar aksi penganiayaan yang diduga dilakukan oknum perguruan silat di Kabupaten Boyolali.
Tangkapan layar aksi penganiayaan yang diduga dilakukan oknum perguruan silat di Kabupaten Boyolali.

RADARSOLO.COM-Meninggalnya Aan Henky Damai Setianto, 16, warga Dusun Genengan, Desa Manggung, Ngemplak, Boyolali diduga akibat dikeroyok anggota perguran silat, tidak dijadikan pelajaran.

Kasus pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh anggota perguruan silat kembali terjadi di Kabupaten Boyolali.

Itu diketahui dari beredarnya video berdurasi 2 menit 15 detik viral di media sosial.

Dalam video tersebut nampak remaja berkaos putih membacakan surat permohonan maaf.

Dia diapit dua orang remaja lainnya bermasker hitam. Pemuda yang mengaku tinggal di Sambirejo, Boyolali itu meminta maaf karena mengaku sebagai anggota perguruan silat.

"Ketiga, saya bersedia mengikuti latihan (menyebut perguruan silat) sesuai dengan aturan tata tertib yang ditetapkan," ujar remaja berkaos putih.

"Jika saya tidak mengikuti (perguruan silat) saya siap menerima konsekuensi apapun dan tidak menuntut pihak manapun. Saya siap mengikuti latihan rayon Banyudono Cabang Boyolali," lanjutnya.

Nah, selesai membaca surat pernyataan tersebut, dua remaja yang tadinya berdiri di sisi kanan dan kiri korban, langsung melakukan penganiayaan.

Diikuti 3 remaja lainnya ikut memukul dan menendang korban. Mendapat serangan bertubi-tubi, korban berteriak minta ampun.

Video tersebut telah diunggah di berbagai akun Facebook. Antara lain BOYKOT(Boyolali Kota) dan Info Cegatan Solo dan Sekitarnya.

Ketua Dewan PSHT Cabang Boyolali Pusat Madiun Taryono mengaku prihatin dengan tingkah warganya yang meresahkan masyarakat. Hal itu menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi perguruan silat.

"Itu baru kami cari (terduga pelaku penganiayaan,Red), baru kami lakukan pencarian. Saya sudah memerintahkan kepada ketua Pamter maupun ketua ranting Banyudono, Sawit untuk mencari pelakunya," tandasnya, Selasa (6/8/2024).

Baca Juga: Wow!! Dalam Rangka HUT RI di IKN, Pemerintah Sewa 1.000 Alphard dengan Harga Per Unit Rp 25 Juta, Moeldoko: Di Hari Kemerdekaan Nggak Ada yang Mahal

Terkait anggota perguruan silat yang berbuat anarkistis, Taryono menegaskan, tetap ada sanksi yang dijatuhkan dari organisasi.

"Tentu ada sanksi, sampai pemecatan pun ada. Hanya itu nanti yang memutuskan tidak personal ya, tidak ketua saja. Mungkin melalui rapat pleno semua pengurus dan juga dewan," ungkap dia.

Ditambahkan Taryono, pihaknya segera melakukan mengevaluasi dan menggelar sarasehan pendidikan moral.

Itu agar warganya tidak mudah terprovokasi dan terbawa situasi.

Kapolres Boyolali AKBP Muhammad Yoga Buana Dipta melalui Kasi Humas Polres Boyolali AKP Arif Mudi Prihanto menjelaskan, pihaknya masih mengumpulkan informasi untuk mengungkap peristiwa itu.

"Dari Satreskrim maupun dari jajaran yang lain sudah bekerja keras untuk bisa mengumpulkan informasi-informasi kejadian tersebut. Kami tengah melakukan penyelidikan," ungkap dia.

Ditambahkan Arif, belum ada laporan terkait video dugaan penganiayaan itu. Namun polisi memastikan kasus tersebut diusut tuntas.

"Apapun bentuknya, kalau perlakuan tindak pidana tentu ada sanksinya," tegasnya. (rgl/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Boyolali #perguruan silat #penganiayaan