RADARSOLO.COM- Pelaku penipuan investasi dengan iming-iming penghasilan terus mencari mangsa.
Meskipun modus serupa sudah berkali-kali terjadi, masih saja banyak masyarakat yang tertipu
Terbaru, penipuan dengan modus investasi “berbunga dobel” terjadi di Boyolali.
Awalnya, para nasabah Koperasi BLN dijanjikan bonus yang sangat menggiurkan.
Setelah mendapatkan banyak nasabah, dana yang dijanjikan tak kunjung masuk.
Sedangkan kantor pusat Koperasi BLN di Salatiga mendadak kosong.
Dwi Priatmoko, nasabah Koperasi BLN cabang Boyolali menuturkan, ia terpikat berinvestasi dalam program Sipintar setelah menghadiri sosialisasi di sebuah rumah makan pada September 2024.
“Kata mereka, setor Rp100 juta akan kembali Rp200 juta dalam 24 bulan. Ditransfer rutin tiap bulan,” ungkapnya, Selasa (13/5/2025).
Agar bisa ikut program Sipintar, Dwi menggadaikan SK pensiun dan menambah setoran hingga Rp150 juta.
Namun, baru tiga kali menerima transfer, Koperasi BLN tiba‑tiba mengganti skema dan menghentikan pembayaran.
Menurut Dwi, Koperasi BLN mengelola sekitar 40 ribu rekening dengan total dana nasabah diperkirakan ratusan miliar rupiah.
“Kalau satu orang pegang lima rekening, berarti ada sekitar 5.000korban,” jelasnya.
Baca Juga: Dampak Atap Stand Wonogiri Expo Ambruk Diterjang Lesus, Sekda: Event Ditunda Sehari
“Uang saya yang belum kembali Rp75 juta. Ada yang rugi Rp4 miliar bahkan menanggung Rp14 miliar karena mengajak relasi,” tambahnya.
Nasabah lain, Aris Tarmadi, bersama rekan‑rekannya mendatangi kantor pusat Koperasi BLN di Salatiga.
“Sudah tak ada kepala maupun pegawai. Kami juga ke rumah Pak Niko, pimpinan BLN, yang ada cuma asisten rumah tangga,” beber Aris.
Aris menegaskan, para nasabah Koperasi BLN berencana membuat laporan polisi.
“Mereka janji segera mencairkan (dana), tapi faktanya kantor tutup. Ada kejanggalan besar,” tegasnya.
Aris berharap lebih banyak nasabah mau tampil untuk memperkuat laporan: “Korban banyak, khususnya Boyolali. Kalau bersatu, proses hukum lebih cepat,” harapnya. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono