RADARSOLO.COM - Nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) di Boyolali dan sejumlah wilayah lain kini dihantui kecemasan hingga ancaman penyitaan bank.
Betapa tidak, nasabah tersebut telah menginvestasikan uang puluhan hingga ratusan juta rupiah karena iming-iming pengembalian keuntungan 200 persen.
Namun, kini janji keuntungan besar itu tidak diterima.
Mereka pun saat ini justru terjebak dalam kesulitan finansial lantaran sebagian besar dana yang diinvestasikan berasal dari pinjaman atau utang bank.
Bahkan, ada yang nekat menjaminkan SK pensiun hingga sertifikat rumah demi bisa ikut menanamkan modal di koperasi tersebut karena tergiur keuntungan tinggi.
Malang, belum juga balik modal, koperasi justru menghentikan pencairan keuntungan secara sepihak.
Alhasil, para nasabah pun kesulitan membayar angsuran ke bank.
Tak sedikit dari mereka yang akhirnya melapor ke pihak kepolisian, lantaran menduga telah menjadi korban penipuan berkedok investasi bodong.
Salah satu yang dilaporkan adalah Ketua Koperasi BLN, KPA Nicholas Nyoto Prasetyo Dononagoro.
Nicholas dilaporkan ke Polresta Solo, setelah upaya somasi pada 24 April 2025 tak direspons.
Selain itu, masih banyak korban dari wilayah Boyolali, Salatiga hingga Grobogan yang membuat laporan polisi di wilayah mereka.
Adapun Nicholas sendiri dikabarkan kini telah menghilang.
Hal itu sesuai keretangan yang disampaikan salah satu korban, Aris Tarmadi.
Aris mengatakan, dia bersama nasabah lainnya telah mendatangi kantor pusat Koperasi Bahana Lintas Nusantara di Salatiga.
Tapi kini itu telah kosong tanpa jejak.
Para korban pun sempat mendatangi rumah Nicholas. Namun, pimpinan Koeprasi Bahana Lintas Nusantara itu pun sudah tak ada di rumah alias kabur.
"Kami hanya bertemu dengan ART di rumah Pak Nicho," kata Aris.
Klaim Koperasi Masih Aktif
Anehnya, di tengah kasus dugaan penipuan yang kian menguat, muncul salah satu perwakilan dari pihak Koperasi Bahana Lintas Nusantara yang membantah jika koperasi itu melakukan tipu-tipu.
Entarto, Kepala Cabang Koperasi Bahana Lintas Nusantara di Boyolali mengatakan jika hingga kini koperasi masih aktif alias tidak tutup.
Bahkan, dia mengklaim koperasi masih melakukan transfer uang kepada nasabah sampai saat ini.
“Masih ada (aktif), karena dari pihak koperasi masih melakukan transfer kepada nasabah," ungkap Entarto.
Meski demikian, dia mengaku jika pencairan uang kepada nasabah belum bisa dilakukan sepenuhnya.
"Memang belum merata. Belum sepenuhnya nasabah mendapat pencairan,” beber Entarto.
Sementara itu,terbaru muncul lagi dua laporan yang dilayangkan nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara ke Polresta Solo.
Kasatreskrim Polresta Solo AKP Prastiyo Triwibowo membenarkan adanya dua nasabah yang membuat laporan atas dugaan penipuan.
"Memang benar, ada dua pelapor yang melapor ke Polresta Solo secara pribadi," ucap Prasityo.
Menurut dia, meski aktivitas awal koperasi berada di Boyolali, namun induk Koperasi Bahana Lintas Nusantara terdaftar di Solo dan Salatiga.
Sehingga nasabah pun melapor ke Polresta Solo. (fid/atn/ria)
Editor : Syahaamah Fikria