RADARSOLO.COM- Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali mencatat total 851 penyintas Orang Dengan HIV (ODHIV) di Boyolali.
Untuk jumlah temuan baru ODHIV, terus mengalami penurunan setiap tahunnya.
“Kalau dilihat datanya terjadi penurunan jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” jelas Kepala Dinkes Boyolali FX Kristandiyoko, Senin (17/11/2025).
Di Boyolali, rentang usia rata-rata penyintas HIV di 25 hingga 34 tahun.
Dengan 32% ODHIV di antaranya adalah LSL (lelaki seks lelaki) dan 24% Populasi umum.
Kristandiyoko mengatakan, temuan ODHIV di Boyolali pada 2025 tercatat sebanyak 122 ODHIV, sedangkan di 2024 sebanyak 149 ODHIV.
“Temuan tersebut dari skrinning yang dilakukan oleh teman-teman di fasilitas kesehatan (faskes), dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan,” terangnya.
Untuk penanganan dan pengobatan bagi penyintas HIV, di Boyolali terdapat 21 Puskesmas dan 5 Rumah Sakit yang dapat melayani ODHIV secara Komprehensif.
Kristandiyoko mengatakan, apabila tidak dilakukan pengobatan dengan rutin, HIV akan mempengaruhi produktivitas dan usia harapan hidup seseorang.
“Kami selalu melakukan edukasi ke lapisan masyarakat berisiko, melakukan deteksi pada masyarakat dan populasi berisiko, serta pengobatan bagi ODHIV,” tambahnya.
Dari estimasi data ODHIV di Kabupaten Boyolali sebanyak 1.328 ODHIV, Dinkes berharap minimal 95% mengetahui statusnya dan memulai pengobatan.
Baca Juga: Stunting Di Sukoharjo Turun Drastis, Diganjar Insentif Rp 6,6 Miliar Dari Kemenkes
Diketahui jumlah kasus baru HIV di 2024 sebanyak 174 kasus, dengan ODHIV baru yang ditemukan sebanyak 59 orang dan 58% telah mendapatkan pengobatan ARV.
Sementara jumlah kasus HIV baru di Boyolali pada 2023 sebanyak 206 kasus.
Dari 206 ODHIV baru yang ditemukan tersebut sebanyak 107 orang sudah mendapatkan pengobatan ARV, atau sekitar 51,9%. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono