RADARSOLO.COM – Dampak hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Boyolali Kota pada Selasa (20/1) sore ternyata cukup masif di kawasan Kebun Raya Indrokilo (KRI).
Tercatat sebanyak 18 pohon peneduh berukuran besar tumbang akibat terjangan angin, mulai dari gapura pintu masuk hingga area jantung kebun raya.
Meskipun belasan pohon roboh, pengelola memastikan aset paling berharga di KRI, yakni tanaman koleksi, tidak mengalami kerusakan.
Dominasi Pohon Sengon dan Karakteristik Tanah
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali, Suraji merinci sebaran kerusakan akibat badai tersebut.
Sebanyak 12 pohon tumbang di dalam area kebun raya, sementara 6 pohon trembesi ambruk di sepanjang jalur akses masuk.
“Mayoritas yang tumbang adalah pohon sengon, ada juga dua pohon mindi. Sementara yang di luar semuanya trembesi. Beruntung, tidak ada satu pun pohon koleksi yang terdampak. Pohon yang ambruk adalah pohon lama yang memang hanya berfungsi sebagai peneduh,” jelas Suraji, Rabu (21/1/2026).
Suraji menganalisis, selain faktor angin kencang, karakteristik tanah di KRI turut memengaruhi rapuhnya perakaran.
“Bawah tanah di Indrokilo itu lapisan padas dengan tanah merah di atasnya. Saat hujan, air cenderung menggenang (ngecembeng). Hal ini membuat akar tidak berkembang maksimal dan kayu menjadi lapuk termakan usia,” tambahnya.
Pemulihan Kawasan dan Penanaman Ulang
Proses evakuasi dan pembersihan material pohon saat ini terus dikebut oleh petugas DLH.
Beberapa titik terdampak parah antara lain area depan taman labirin, samping musala, hingga area selatan miniatur air terjun Niagara.
Pengelola berencana memanfaatkan momentum ini untuk menata ulang lanskap KRI:
- Penggantian Jenis: Pohon yang tumbang akan diganti dengan tanaman koleksi yang memiliki akar lebih kuat dan tahan cuaca.
- Perampingan Pohon: Pohon-pohon besar yang masih berdiri akan segera dirampingkan (topping) guna mengantisipasi ancaman angin susulan.
- Karantina Tanaman: Sebagian pohon yang tumbang di area depan akan dicoba untuk dikarantina dan dipindahkan ke lokasi lain jika masih memungkinkan untuk hidup.
Tetap Buka untuk Wisatawan
Kabar baik bagi pelancong, Kebun Raya Indrokilo tetap beroperasi secara normal meski proses pembersihan masih berlangsung.
Pengelola memastikan aktivitas petugas tidak akan mengganggu kenyamanan pengunjung.
“Hanya akses di gapura masuk yang kami buka satu sisi saja demi keamanan. Kami targetkan pembersihan selesai pada Kamis (22/1), atau paling lambat Jumat. Intinya, saat weekend nanti kondisi kawasan sudah normal dan rapi kembali,” pungkas Suraji. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono