RADARSOLO.COM – Aminudin, pengusaha ternak ayam di Dukuh Brajan, Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali mengalami kerugian besar.
Kandang ternak ayam miliknya ludes terbakar, Minggu (15/2/2026) siang.
Mengakibatkan sedikitnya 10 ribu ekor anak ayam yang baru berusia tiga hari terpanggang.
Tidak hanya itu, seluruh konstruksi bangunan, peralatan kandang, hingga stok pakan tidak ada yang bisa diselamatkan dari amukan si jago merah.
Api Cepat Merambat Akibat Material Terpal
Komandan Piket Regu 4 Damkar Satpol PP Boyolali Agus Saptoto menjelaskan, laporan kebakaran masuk sekitar pukul 13.00.
Pihaknya segera mengerahkan dua unit mobil pemadam ke lokasi kejadian.
"Saat kami tiba, api sudah membesar. Konstruksi kandang yang bersifat semi-permanen dengan penutup terpal membuat api merambat sangat cepat dan sulit dikendalikan," terang Agus.
"Fokus utama kami adalah pemadaman intensif dan pendinginan agar api tidak menjalar ke pemukiman," imbuhnya.
Meskipun petugas telah berjibaku memadamkan api, bangunan berukuran 10 x 40 meter tersebut hangus tak bersisa.
Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dan terekam dalam video amatir warga di sekitar lokasi.
Penyebab Diduga dari Tungku Pemanas
Baca Juga: Sambut Ramadhan, Bupati Klaten Hamenang Rilis Single Religi Tuhan Itu Ada Bareng Personel Jikustik
Berdasarkan identifikasi awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik atau percikan api dari sistem pemanas kandang.
"Dugaan sementara berasal dari korsleting listrik, namun ada kemungkinan juga dari tungku pemanas. Sebab, kandang ini diketahui masih menggunakan alat pemanas tradisional berbahan bakar arang untuk menjaga suhu anak ayam yang baru berumur tiga hari," urai Agus.
Kerugian Mencapai Ratusan Juta
Aminudin kini hanya bisa pasrah melihat investasi usahanya menjadi abu.
Berdasarkan taksiran kerugian yang meliputi bangunan kandang, peralatan, stok pakan, hingga pengadaan 10 ribu ekor bibit ayam (Day Old Chick/DOC), total kerugian diperkirakan mencapai Rp 800 juta.
Pihak Damkar Boyolali mengimbau para pemilik kandang ternak untuk lebih waspada dalam penggunaan pemanas tradisional dan memastikan instalasi listrik di area kandang selalu dalam kondisi standar untuk mencegah terjadinya musibah serupa di kemudian hari. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono