Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Gegeran Warnai Pengesahan di Boyolali, Ketua PSHT Boyolali: Sulit Pastikan Pelaku.

Abdul Khofid Firmanda Putra • Senin, 29 Juni 2026 | 16:11 WIB
Kerusakan mobil pelanggan bengkel OK Shock di Teras, Boyolali yang menjadi sasaran pelemparan massa, Senin (29/6/2026) dini hari. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Kerusakan mobil pelanggan bengkel OK Shock di Teras, Boyolali yang menjadi sasaran pelemparan massa, Senin (29/6/2026) dini hari. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM– Ketua Cabang PSHT Boyolali Komarudin angkat bicara soal gegeran yang terjadi di tiga titik wilayah Boyolali pasca pengesahan warga baru PSHT, Senin (29/6) dini hari.

Kericuhan tersebut mengakibatkan beberapa laporan kekerasan hingga pengrusakan kendaraan.

Dia mengaku sulit memastikan kelompok yang terlibat karena adanya dualisme di internal PSHT dan munculnya oknum pihak ketiga.

Baca Juga: Rentetan Kisruh Konvoi Pesilat di Boyolali: Motor Dibakar, Rumah dan Bengkel Dirusak

"Ya, betul. Pertama, kita sulit memastikan apakah ini melibatkan kelompok PSHT kita, atau justru pihak ketiga," ujar Komarudin dikonfirmasi radarsolo.jawapos.com, Senin (29/6/2026). 

"Hal ini sulit dipastikan karena di dalam tubuh PSHT sendiri sampai saat ini masih terjadi dualisme kepemimpinan, dan itulah yang menjadi kendala," imbuhnya. 

Menurutnya, dualisme kepemimpinan membuat identifikasi di lapangan makin rumit. 

Belum lagi dengan kemungkinan munculnya oknum-oknum dari pihak ketiga yang tidak jelas identitasnya. 

“Ini yang menyulitkan kita, karena dari identitasnya saja kita susah membedakan," tegasnya.

Komarudin mengaku tidak mengetahui detail kronologi kericuhan di Sambi, Banyudono, dan Teras karena pihaknya fokus mengamankan lokasi pengesahan di Gladaksari, Ampel.

Baca Juga: Konvoi Pesilat Ganggu Ketenangan Pasien RS PKU Aisyiyah Boyolali, Warga yang Merekam Video Diancam

"Saya kurang paham kalau untuk kejadian tadi malam, Mas. Karena saat itu kami sedang fokus di lokasi kami, sementara kejadian-kejadian tersebut letaknya cukup jauh, seperti di Bangak, Banyudono, dan beberapa titik lainnya," ungkapnya. 

"Oleh karena itu, kami tidak mengetahui secara pasti bagaimana kronologi maupun detail kejadiannya. Kami juga tidak tahu siapa yang menjadi korban, serta kelompok mana saja yang terlibat dalam kekacauan tersebut," lanjut Komarudin.

Dia membenarkan saat pengesahan, anggota PSHT dari berbagai daerah memang turun ke jalan untuk meramaikan. 

Mereka datang dari berbagai daerah seperti Salatiga, Semarang, Kudus, Magelang, hingga Solo Raya.

Baca Juga: Sensus Ekonomi Hadapi Resistensi, Pemkot Turunkan Lurah hingga RT/RW

“Istilahnya, mereka ikut meramaikan, mangayubagyo," tambah Komarudin.

Namun soal penyebab kericuhan, pihaknya belum bisa memastikan. Termasuk apakah ada oknum tertentu yang menunggangi kejadian ini.

Komarudin menyerahkan sepenuhnya proses hukum ke kepolisian. 

Sebelumnya, Polres Boyolali mencatat 4 korban luka bacok, 2 sepeda motor dibakar, serta perusakan bengkel dan rumah warga di tiga TKP: Trosobo Sambi, Banyudono, dan Teras. Kasus masih dalam penyelidikan.

"Terkait hal tersebut, mari kita percayakan saja sepenuhnya kepada rekan-rekan dari Polres Boyolali," pungkasnya.(fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#konvoi pesilat #gegeran #psht #Boyolali