Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Masuk Tahun Ajaran Baru, Murid SD dan SMP Negeri di Boyolali Langsung Jalani Uji Coba 5 Hari Sekolah

Abdul Khofid Firmanda Putra • Senin, 6 Juli 2026 | 13:26 WIB
Ilustrasi murid SMP. (M IHSAN/RADAR SOLO)
Ilustrasi murid SMP. (M IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Pemkab akan menerapkan 5 hari sekolah bagi siswa SD dan SMP negeri. 

Kebijakan baru ini rencananya diberlakukan sebagai tahap uji coba bertepatan dengan dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027.

Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, M. Syawaludin mengungkapkan, 5 hari sekolah tidak langsung dipatenkan secara permanen.

Melainkan akan melewati fase uji coba selama satu semester ke depan.

Baca Juga: Merapi Kembali Bergejolak! Dua Awan Panas Guguran Meluncur hingga 2 Kilometer, Pagi Ini

"Kemarin sudah dibahas dengan teman-teman OPD terkait, khususnya Disdikbud. Kita mohon doa restu dari seluruh masyarakat, khususnya teman-teman pendidik," ujar Syawaludin, Senin (6/7/2026).

Langkah strategis ini diambil setelah Disdikbud Boyolali menjaring aspirasi melalui survei atau polling kepada para guru serta orang tua murid.

Selain bersandar pada hasil survei, Pemkab Boyolali juga mempertimbangkan aspek efisiensi serta faktor kesiapan fisik maupun mental dari para tenaga pendidik dan siswa.

"Insya Allah ini sudah setuju dari pertimbangan hasil polling, juga ada pertimbangan-pertimbangan efisiensi, kemudian pertimbangan kekuatan (fisik), nyuwun sewu, teman-teman pendidik juga ke siswa didik," ungkap Sekda.

Kebijakan 5 hari sekolah langsung berjalan efektif sejak hari pertama masuk sekolah di kalender akademik baru 2026/2027.

Baca Juga: Prediksi Skor Portugal vs Spanyol, 16 Besar Piala Dunia 2026: Duel Sengit Rival Iberia Rebut Tiket Perempat Final

"Ini akan kita coba satu semester ini untuk 5 hari masuk sekolah. Khususnya untuk SD dan SMP. Langsung kita mulai di awal ajaran baru ini,” jelas Syawaludin.

Pemkab Boyolali menegaskan bahwa keberlanjutan program ini sangat bergantung pada hasil evaluasi menyeluruh setelah masa uji coba satu semester rampung berjalan.

Evaluasi ketat tersebut dilakukan guna menakar apakah dampak riil di lapangan sudah sesuai dengan proyeksi positif yang diharapkan.

"Tetapi sekali lagi, nanti setelah satu semester akan kita evaluasi," ucapnya.

Baca Juga: 20 SD Negeri Solo Sepi Peminat, Wali Kota Bakal Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah

Sekda memaparkan, dengan pemberlakuan skema 5 hari sekolah, akan ada konsekuensi berupa penambahan waktu belajar sekitar 80 menit setiap harinya guna memenuhi kuota jam pelajaran mingguan.

Meski demikian, ia memastikan jam kepulangan untuk siswa jenjang SD masih berada dalam batas wajar.

"Pulangnya kalau tidak salah itu jam 13.00-an lebih dikit lah. Begitu juga dengan SMP. Jadi enggak begitu (terlalu sore)," urainya.

Syawaludin menekankan bahwa regulasi kebijakan 5 hari sekolah hanya berlaku untuk jenjang SD dan SMP Negeri yang pengelolaannya di bawah Pemkab Boyolali.

Sedangkan untuk jenjang SMA tidak mengalami perubahan aturan karena kewenangannya berada di bawah Pemprov Jateng.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Boyolali Dwi Hari Kuncoro merinci bahwa pengumpulan polling 5 hari sekolah diisi oleh 37.787 responden yang terdiri dari guru TK, SD, SMP, orang tua murid, hingga para murid.

Baca Juga: Terapkan Sistem Modern, Pemprov Jateng Sukses Panen Raya 1,3 Ton Udang Vaname di Kawasan Industri Semarang

Dari survei tersebut, tercatat 44,1 persen responden memilih untuk tetap mempertahankan sistem sekolah 6 hari.

Sedangkan 55,9 persen responden lainnya memilih opsi untuk diterapkan 5 hari sekolah. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#sd #tahun ajaran baru #5 Hari Sekolah #disdikbud boyolali #smp