Kasus Karhutla di Boyolali Melonjak Drastis: Damkar Catat 110 Kejadian Dalam 4 Bulan

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 08:58 WIB
Personel Damkar Boyolali sigap tangani karhutla yang kasusnya semakin meningkat di musim kemarau. (DOK.DAMKAR BOYOLALI)
Personel Damkar Boyolali sigap tangani karhutla yang kasusnya semakin meningkat di musim kemarau. (DOK.DAMKAR BOYOLALI)

RADARSOLO.COM-Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Boyolali mengalami lonjakan signifikan sepanjang rentang tahun 2026.

Hanya dalam kurun waktu empat bulan terakhir, Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Boyolali mendata sebanyak 110 laporan kejadian karhutla.

Berdasarkan rekapitulasi data resmi Damkar Satpol PP Boyolali, petugas menangani sedikitnya 33 kasus kebakaran lahan sepanjang bulan September 2026 saja.

Baca Juga: Protes Billy Syahputra dan Ria Ricis soal Pelayanan di Bali, Arya Wedakarna Angkat Bicara

Dominasi objek yang terbakar mencakup area lahan kosong, pohon, tumpukan sampah rumah tangga, hingga korsleting trafo listrik yang percikan apinya merembet ke vegetasi sekitarnya.

Kabid Damkar Satpol PP Boyolali Supriyono membenarkan peningkatan drastis grafik kejadian karhutla pada periode September tersebut.

"Benar, data rekap kami untuk bulan September 2026 sangat tinggi. Hampir semua adalah pemadaman lahan," ujar Supriyono, Minggu (4/10/2026).

Sebaran lokasi pemadaman melingkupi hampir seluruh wilayah kecamatan di Boyolali, seperti:

Beberapa titik di Mojosongo, Musuk, dan Boyolali Kota bahkan tercatat mengalami kejadian berulang.

Supriyono menjelaskan bahwa pemicu utama kebakaran masih didominasi oleh kelalaian manusia (human error).

Baca Juga: Ole Romeny Mode Preman, Aksinya Angkat Pemain Lawan Bikin Heboh

Seperti aktivitas pembakaran sampah dan dedaunan kering tanpa pengawasan di tengah kondisi cuaca kering dan terpaan angin kencang.

"Penyebab paling banyak karena pembakaran sampah dan daun kering yang tidak diawasi. Apalagi September kemarin cuaca sangat kering dan berangin, jadi api cepat membesar dan merambat ke permukiman," terangnya.

Kebakaran Lahan Kosong di Kecamatan Andong

Insiden terbaru dilaporkan terjadi di area lahan kosong Dukuh Bulu Beji RT 06 RW 01, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Sabtu (3/10/2026) sekira pukul 18.45 WIB.

Baca Juga: Intip 7 WAGs Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Siapa Saja?

Peristiwa tersebut sempat memicu kepanikan warga lantaran titik api berdekatan dengan permukiman penduduk.

Laporan insiden pertama kali dilayangkan oleh warga setempat bernama Damari yang melihat kobaran api membesar saat melintas di lokasi kejadian.

Pemicu api diduga bersumber dari sisa pembakaran sampah daun kering yang merembet ke lahan sekitarnya.

Menerima aduan tersebut, personel Damkar Boyolali langsung menerjunkan armada Water Supply bernomor polisi AD 8041 XD bersama Babinsa Andong untuk melakukan pemadaman secara intensif.

"Tindakan kami orientasi medan yang terbakar dan melakukan pemadaman dengan cara penyemprotan," jelas Supriyono.

Gumpalan asap tebal dari kebakaran tersebut sempat mengganggu kepulan udara warga pemukiman terdekat.

Beruntung, kobaran api berhasil dilokalisasi dan dipadamkan sepenuhnya sehingga tidak melalap bangunan rumah.

Baca Juga: Wangi Nggak Harus Mahal, Parfum Jadi Bagian dari Gaya Hidup Gen Z

Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa ini.

Pihak Damkar Boyolali kembali mewanti-wanti masyarakat agar menghentikan kebiasaan membakar sampah secara terbuka di area lahan kosong tanpa pengawasan ketat. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
kebakaran karhutla Damkar Boyolali